Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm@glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Pasti Berubah
Oleh: Kikis Istianta


Ada satu masa dalam kehidupan kita yang harus kita lalui, mau tidak mau, suka tidak suka, satu kata yang menyenangkan sekaligus menyedihkan, yaitu berubah. Berubah dapat disetarakan dengan kata menjadi berbeda, menjadi lain, atau tidak sama.

Secara sadar atau tidak, perubahan ini kita rasakan sebagai bagian atau proses yang alami yang dianugerahkan Tuhan kepada kita untuk menjadi seorang yang lebih dewasa baik secara fisik maupun secara rohani.

Hal yang paling sederhana yang kita bisa amati adalah diri kita sendiri, ketika kita masih bayi, masa pra sekolah, menjadi anak-anak yang gemar bermain, masuk ke pendidikan dasar, mengenal lingkungan yang baru dan berbaur dengan anak-anak yang lain, mulai bisa beradaptasi, dan menggunakan akal pikiran kita sehingga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk harus dilakukan, mulai beranjak remaja, melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah pertama, merasa labih dewasa, melanjutkan ke jenjang pendidikan kedua, dan mulai mengenal cinta, berpacaran, dan di kala itu kita benar-benar ditantang untuk menjadi seorang yang bertanggung jawab, sampai pada waktunya kita menginjakkan pendidikan di bangku perkuliahan, dan banyak di antara kita yang langsung bekerja, menikah mempunyai anak dan begitu seterusnya hingga anak kita mengalami siklus yang hampir sama dengan kita dengan kondisi perubahan yang terjadi pada masa itu. Berubah dan terus berubah, begitulah kira-kira hal yang sederhana menjelaskan arti berubah dalam kehidupan kita.

Perubahan mempunyai makna yang luas, dan ketika saya berumur 32 tahun saya juga merasakan perubahan besar dalam kehidupan saya, mempunyai seorang istri dan menjadi calon bapak bagi anak kami yang masih dalam masa kandungan.

Perubahan hidup yang saya alami tidak lepas dari peranan Sang Pencipta, Penolong Hidup kita Tuhan Yesus Kristus. Betapa berharganya perubahan yang kita alami seiring dengan rencana Tuhan dalam hidup kita, dan kita bisa merasakan dengan sungguh melalui doa-doa ungkapan syukur yang kita panjatkan setiap saat kita membutuhkan pertolongan-Nya.

Ketika seorang kawan sekerja menyatakan bahwa kalau dulu dia menjadi salah satu orang yang dipercaya untuk mengelola kegiatan rekan-rekannya, dan sekarang karena pekerjaannya membuat dia meninggalkan semuanya jauh di tempat perantauan dan bekerja bersama dengan saya, saya hanya bisa bergumam bahwa itulah saatnya dia berubah, bukan menjadi seperti yang dulu lagi. Dan yang lebih membahagiakan adalah ketika dulu dia seorang diri dan sekarang sudah mempunyai pasangan hidup yang membuat kehidupannya menjadi lebih indah, semuanya berubah, dan dia bersyukur atas semuanya itu, salah satu bentuk perubahan hidup yang mengesankan.

Dan juga ketika pendeta kami mempunyai seorang putra, kehidupannya 180° berubah, mengalami pola-pola yang baru, mulai menerapkan jam malam bagi si kecil, karena ada kalanya si kecil bangun kepagian, dari yang tidak sempat lagi menonton acara televisi kegemaran sampai hal-hal baru dan kebiasaan baru yang dulu tidak pernah dilakukan, sekarang suka tidak suka harus dilakukan.

Perubahan menuntut kita untuk menjadi lebih tanggap dengan lingkungan kita menjadikan kita lebih matang dalam bertindak dalam mengambil suatu keputusan apapun. Namun ada yang perlu diperhatikan bahwa setiap perubahan apapun sepantasnya tetap tunduk dalam rencana-Nya yang indah bagi hidup kita.

Hanya Kasih Yesus yang tidak akan pernah berubah.