Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm@glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Hidup Sebagai Raja
Oleh: Manasje Korniawan


“Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” (Wahyu 22:5)

Pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya jika suatu saat kita diangkat menjadi raja, dan memerintah suatu bangsa? Apa yang akan kita lakukan, apakah kita akan merasa percaya diri untuk memerintah, jika orang melihat latar belakang hidup kita yang amburadul, yang barangkali banyak sisi gelap yang telah kita lakukan, dan kita tidak dapat memberi contoh teladan yang baik?

Mungkin kita akan berpikir, rasanya tidak mungkin saya menjadi raja, lha wong mengelola dan mengatur hidup sendiri saja tidak becus, apalagi mengatur orang lain, atau  mengurus keluarga, anak-anak sendiri saja tidak mampu, terlebih lagi mengurus orang banyak, lha bisa mati berdiri.

Tetapi inilah janji yang diberikan kepada setiap orang yang percaya dan mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, kepada kita yang setia melakukan firmanNya, dan hidup kudus sesuai dengan firman Tuhan.

Kitab Wahyu 22:6,7 mengatakan, “Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, ... Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

Janji ini merupakan tujuan terakhir dari karya penebusan, kematian Yesus di atas kayu salib, yaitu agar manusia yang mau bertobat dan percaya korban Yesus di salib, akan tinggal bersama Allah dan Yesus, Anak Domba Allah, dalam kerajaan Sorga, Yerusalem yang baru, pada langit yang baru dan bumi yang baru. Dimana bumi yang baru itu, bersih dari segala yang jahat. Dan kita, umat yang setia akan memerintah sebagai raja, selama-lamanya. Siapkah kita menerima janji itu?

Tentunya jika kita menyadari bahwa kelak kita akan menjadi raja, kita akan mempersiapkan diri sepanjang hidup kita, dengan tingkah laku dan perbuatan yang mencerminkan hidup sebagai raja, tidak memboroskan hidup ini dengan hal-hal yang merusak citra seorang raja.

Kita dapat melihat bagaimana didikan yang keras dan ketat bagi seorang calon raja yang ada di dunia ini, kita dapat melihat salah satu contoh yaitu Pangeran William dan Pangeran Harry, anak-anak dari Pangeran Charles, yang suatu saat akan menggantikan Ratu Elizabeth II, yang akan memerintah Kerajaan Inggris Raya. Sebagai calon raja, mereka harus mengikuti aturan-aturan yang ketat, pendidikan khusus untuk kalangan bangsawan, pergaulan yang terbatas, tidak dapat bertindak semau gue, tetapi semuanya diatur dengan aturan yang tegas, agar masyarakat melihat perbedaan kualitas hidup dari seorang calon raja, dan mereka dapat merasa bangga bahwa calon rajanya hidup tak bercela, dan dapat dijadikan contoh teladan.

Bagaimana dengan hidup kita? Sudah sesuaikah hidup kita dengan standar calon raja?
Apakah perbuatan kita sudah mencerminkan teladan yang dapat dibanggakan? Apakah kita sudah hidup bersih, hidup kudus, bertanggung jawab antara perkataan dan perbuatan, atau masih hidup bergaul dengan kegelapan, menipu, mabuk-mabukan, narkoba, pergaulan bebas, seperti yang dikatakan dalam kitab Efesus, “Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono -- karena hal-hal ini tidak pantas -- tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.” (Efesus 5:3-5)

Memang hidup dalam terang Tuhan, hidup sebagai anak-anak terang, tidaklah mudah, bujukan dunia sering membuat kita terpesona dan tidak mampu menolak, dalam dunia yang makin materialistis ini, sering membuat kita tergoda untuk mendapatkan uang  dengan cepat, agar cepat kaya, jadi menipu sedikit, mark up dana, korupsi sedikit ndak papalah, agar mendapat penghasilan lebih banyak. Mula-mula memang kecil-kecilan, dan malu-malu, tapi lama kelamaan makin ketagihan, tidak tahu malu, dan tahu-tahu sudah korupsi besar-besaran.
Sering beban kehidupan yang berat saat ini, biaya-biaya yang sangat mahal, membuat manusia kehabisan akal, maunya hidup dengan benar, lurus, tetapi tidak dapat mengatasi kebutuhan hidup, mau tidak mau mengambil jalan pintas, agar tertutupi kebutuhannya.

Tetapi sebagai anak-anak Tuhan, anak Raja, kita dapat menyerahkan segala beban yang menghimpit hidup kita kepada Tuhan, sumber pertolongan kita, dan dengan yakin disepanjang jalan hidup kita, kita dapat merasakan pimpinan dan pertolongan Tuhan, bahkan kita boleh merasakan berkat-berkat yang melimpah yang kita terima dari Tuhan, Raja di atas segala raja.

Tak terasa hari Natal telah tiba, memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Raja di atas segala raja, yang telah memberi teladan bagi kita, bagaimana cara hidup sebagai raja, yang walaupun Dia adalah Tuhan, rela menjadi manusia, bahkan menjadi hamba, melayani manusia berdosa dan menyelamatkannya, agar suatu saat kita yang telah memperoleh kasih karuniaNya, diselamatkan dan ditebus dari maut, boleh hidup bersama-sama Tuhan Yesus dalam kerajaan Sorga dan memerintah sebagai raja selama-lamanya. 

Apakah yang telah kita persembahkan sebagai ungkapan syukur kita kepada Tuhan, atas kasih karunia yang telah kita terima selama ini?
Jika kita belum melakukan firman Tuhan, belum hidup kudus yang mencerminkan kehidupan seorang raja, undang Yesus masuk dalam hidup kita, memperbarui hidup kita, sehingga terang Kristus bercahaya dalam kita.

 

Sapat, 22 Desember 2006.