|
Kasih yang Besar
Oleh: Manasje Korniawan
“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." (Lukas 7:47)
Dalam semua tulisan Injil, Yesus digambarkan sebagai manusia yang sangat rendah hati, sangat peduli kepada jiwa-jiwa yang terhilang untuk diselamatkan, didamaikan dengan Allah Bapa. Seperti dalam cerita ini, Yesus mau datang ketika diundang oleh seorang Farisi untuk makan
di rumahnya. Yesus tidak memilih-milih orang, yang terpenting, jika ada seseorang yang mau membuka hati untuk Yesus, maka Ia akan datang, untuk menyelamatkan hidup orang tersebut.
Ketika Yesus sedang duduk makan di rumah orang Farisi itu, datanglah seorang perempuan berdosa, yang karena kasih karunia Tuhan telah mendengar kasih Yesus.
Perempuan itu merasa hidupnya sungguh kotor, banyak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, dan dengan berketetapan hati memohon ampun kepada Yesus atas semua dosa yang diperbuatnya.
Dengan sangat sedih dan penuh penyesalan, perempuan itu menangis di
hadapan Yesus, dengan merendahkan hati, dan hati yang hancur, membasahi kaki Yesus dengan airmatanya dan menyeka dengan rambutnya, kemudian meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi yang sangat mahal harganya.
Ketika orang Farisi itu melihat perbuatan yang dilakukan oleh perempuan berdosa kepada Yesus, dia merasa risih ada orang berdosa yang dekat, menjamah, dan melayani Yesus.
Seringkali kita bersikap seperti orang Farisi ini, bersikap sok suci, bersih dan tidak mau bergaul dengan orang berdosa, merasa tidak pantas berhubungan dengan orang berdosa, padahal
di pandangan Yesus, tak ada orang yang sempurna, bahkan orang Farisi
itu pun tidak sempurna. Ketika Yesus mengetahui apa yang dipikirkan orang Farisi itu, langsung Yesus menegurnya, tidak ada sambutan yang layak untuk Yesus sebagaimana mestinya, tidak ada kasih yang ditunjukkan oleh orang Farisi itu kepada Yesus, sedangkan perempuan berdosa itu melayani dan mengasihi Yesus dengan luar biasa.
Untuk itulah Yesus datang ke dunia, menjadi manusia, sama dengan kita, cuma Tuhan Yesus tidak ada dosa dan tidak berbuat dosa, untuk menyelamatkan manusia dari hukuman kekal, mendamaikan manusia dengan Allah Bapa.
Yesus memberikan teladan bagi kita, dengan kerendahan hati, mengosongkan diri sebagai hamba, melayani, bahkan mati di kayu salib, untuk menebus kita, agar kita manusia berdosa, yang telah memperoleh kasih karunia Allah, telah diselamatkan, dihapuskan hutang dosa kita, dan menjadi anggota Kerajaan Allah, dapat lebih mengasihi Tuhan, dan menunjukkan kasih kita kepada orang lain yang belum mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
Jika kita tidak menjadi saksi, teladan, terang bagi sesama kita, terus siapa yang harus mengabarkan Kabar Baik, Injil, kepada setiap orang, orang berdosa, orang yang belum mengenal Tuhan Yesus? Kitalah yang telah menerima kasih yang besar dan keselamatan, Tuhan utus untuk melayani Dia, dengan setiap talenta yang Tuhan berikan kepada kita, melalui keahlian kita, kepandaian kita, dimanapun kita ditempatkan, untuk menjadi terang di lingkungan di sekitar kita, agar lingkungan
di sekitar kita dapat diselamatkan juga.
Dan yang terutama adalah kita harus selalu berpegang teguh kepada Tuhan, agar kita tidak terseret dalam lingkungan yang gelap, dan jangan kita merasa sombong bahwa kita kuat, tetapi dengan terang dan kekuatan Roh Kudus, hidup kita dapat menjadi terang dalam kegelapan.
Sapat, 23 Januari 2007
|