Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm[at]glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Berkat Melayani
Oleh: Manasje Korniawan


“Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.” (I Timotius 3:13)

Pernahkah terpikirkan oleh kita betapa luar biasa Allah kita dalam Yesus Kristus? Banyak hal yang tidak pernah kita bayangkan, tak pernah muncul dalam pikiran kita, bahwa setelah kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, ketika kita menyerahkan hidup kita total kepada Tuhan, secara ajaib Tuhan turut bekerja dalam hidup kita, mengatur dan mengarahkan hidup kita ke arah yang semakin baik, menjadi semakin sempurna di dalam Dia, dan dalam pergaulan hidup di tengah masyarakat, di tengah lingkungan sekitar kita, kita mendapat posisi yang baik sehingga orang dapat melihat dan mencontoh hidup kita.

Banyak kesaksian yang sering kita dengar dari hamba-hamba Tuhan, bagaimana kehidupan mereka sebelum mengenal Tuhan Yesus, bahwa sangat gelap hidup mereka, jahat, ada yang tadinya penipu, pencuri, perampok, pemabuk, dukun santet, preman, dan lain sebagainya, dan setelah mengenal Tuhan Yesus, secara ajaib hidup mereka diubahkan, disucikan, dan bahkan menjadi pelayan Tuhan, menjadi saksi bagi Yesus, memperoleh kedudukan yang baik, dan nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup mereka.

Salah satu kesaksian yang sangat luar biasa, adalah hidup Rasul Paulus, seperti yang ditulisnya pada surat untuk Timotius, “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku -- aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.” (I Timotius 1:12,13)

Kita mengetahui bagaimana kehidupan Rasul Paulus sebelum dipanggil Tuhan Yesus untuk melayani-Nya, seperti yang dikatakannya, dia adalah seorang yang ganas, penganiaya jemaat Kristen mula-mula, dalam kitab Kisah Para Rasul 8:3 dapat kita baca, “Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.”

Rasul Paulus sebelum mengenal Tuhan Yesus, memiliki nama Saulus, tetapi setelah mengenal Yesus namanya diubah menjadi Paulus.

Dan ketika Tuhan Yesus berkenan memanggilnya, dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen di sana, di tengah perjalanan, Yesus menampakkan diri kepada Paulus, dalam Alkitab ditulis, “Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: ‘Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?’ Jawab Saulus: ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ Kata-Nya: ‘Akulah Yesus yang kauaniaya itu  Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota , di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.’” (Kisah Para Rasul 9:3-6)

Setelah Paulus bertobat, oleh pimpinan Roh Kudus, Paulus diutus sebagai rasul, suatu posisi yang luar biasa, memberitakan Injil bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, menjadi saksi yang hebat bagi Yesus, dan sebagian besar kitab dalam Perjanjian Baru adalah tulisan Rasul Paulus dalam pengilhaman Roh Kudus.

Tetapi dalam pelayanannya yang hebat, dipakai oleh Tuhan Yesus secara luar biasa,  Rasul Paulus tidak menjadi lupa diri, tidak menjadi sombong, melainkan tetap rendah hati, dan tidak malu mengakui sisi gelap hidupnya sebelum mengenal Yesus, seperti yang dikatakannya, “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.” (I Timotius 1:15,16)

Bagaimanakah dengan hidup kita? Apakah kita rindu mengenal Yesus lebih dalam lagi? Apakah ada kerinduan untuk melayani-Nya, menjadi saksi, mengabarkan Injil keselamatan kepada orang tua, keluarga, sahabat, teman, tetangga kita yang belum mengenal Yesus? Atau ada keraguan dalam hidup kita bahwa kita tidak mungkin melayani Dia dengan baik?

Barangkali kita belum menyerahkan hidup kita secara total, kita masih hidup dalam ego kita, keangkuhan dan kesombongan, hidup dalam kebohongan, sehingga Tuhan tidak dapat bekerja secara leluasa dalam hidup kita, tidak dapat mengubahkan perilaku kita yang tidak berkenan kepada-Nya. Seringkali kita berdoa agar Tuhan mengubah hidup kita, tetapi yang sering terjadi dalam permohonan kita adalah agar Tuhan mengubah hidup kita seperti yang kita mau, bukan seperti yang Tuhan kehendaki.

Ada sebuah kutipan yang mengatakan, “Doa bukan supaya Tuhan mengubah kondisi kita menjadi seperti yang kita mau, tetapi supaya hati kita menjadi seperti hati-Nya. Doa bukan untuk mengubah Tuhan, tetapi membiarkan Tuhan mengubah kita.”

Jika kita mau menyerahkan segenap hidup kita kepada Allah, kita dapat meyakini firman Tuhan dalam I Timotius 3:13, Dia mengubah hidup kita, Dia akan memimpin kita, menempatkan kita dalam posisi yang baik, dalam pekerjaan, usaha, berkat-berkat yang kita terima, sehingga kita dapat bersaksi bagi Yesus dengan leluasa.

 

Sapat, 20 Februari 2007