|
Ups…Tuhan Dengar
Oleh: Kikis Istianta
Beberapa hari terakhir ini saya lebih suka bermalas-malasan saja, entah apa yang menyebabkan, saya belum tahu, mungkin suasana kerja yang begitu-begitu saja, tanpa ada perubahan yang berarti, komunikasi yang mulai kendor, atau kesibukan yang menyita waktu saya buat
menulis. Tapi bukan berarti saya melupakan tugas utama saya sebagai tulang punggung keluarga, itu pasti saya jalani dengan suka cita, dengan tulus, cuma kondisi dan situasinya mungkin tidak pas saja.
Ternyata, saya benar-benar tidak menyangka, Tuhan bukakan kembali semangat saya, dan yang lebih lagi, Tuhan itu setia memperhatikan diri saya, bahkan ketika saya mencoba untuk tidak mengeluarkan keluhan saya melalui mulut saya, meskipun hanya ada dalam pikiran saya, bahkan hanya muncul sekelebat, bahwa kondisinya kok begini
ya… Apa yang terjadi? Saya digugah kembali untuk menemukan semangat saya lagi. Dan hal itu tergali melalui diskusi yang biasanya kami selenggarakan satu kali dalam satu
minggu. Dalam diskusi saat itu, dari kami masing-masing diminta untuk menceritakan kesaksian bersama Tuhan, hubungan yang mendalam dengan Tuhan, dan bagaimana campur tangan Tuhan dalam hidup kita.
Semua menceritakan kesaksian masing-masing, termasuk juga saya, dan seperti dituntun buat berkata-kata, kenangan lama, saya ungkapkan, bagaimana pertama kali saya mengenal Sang Juru Wilujeng, bagaimana pergumulan yang saya hadapi, dan bagaimana pada akhirnya saya memilih untuk “ndherek” Gusti Yesus, campur tangan Tuhan yang luar biasa melalui teman, kakak, dan sahabat-sahabat saya, bagaimana akhirnya saya diijinkan untuk membina sebuah keluarga Kristen yang taat, dan rasa syukur dengan hadirnya putri pertama saya, pemeliharaan Tuhan dalam hidup saya sampai dengan detik ini, sungguh…saya kembali diingatkan, dan proses untuk semua itu tidak mudah,apalagi mengikuti sesuatu yang hanya didasarkan kata percaya
saja. Sesuatu yang tidak gampang. Tapi saya berhasil melewati tahapan-tahapan itu dengan
bantuan-Nya, meskipun terkadang saya harus terjatuh, tertatih-tatih dalam melangkah.
Dan saya menyadari bahwa saat ini saya kembali dikuatkan untuk lebih memahami mengenai segala sesuatu itu, ada waktunya, ada masanya, dan apa yang yang sebenarnya Tuhan kehendaki dari kita adalah sabar menantikan apa yang Dia mau pada diri kita.
Jadi dengan saya mengungkapkan kembali kesaksian mengenai kehidupan saya, akhirnya pulihlah keloyoan saya, dan kebugaran saya mulai
nyata. Sungguh luar biasa, menurut saya. Pengalaman membuat saya menjadi sedikit lebih mengerti kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan manusia.
Dan ternyata tidak hanya berhenti sampai disitu saja, setelah kebugaran saya “dipulihkan”, saya ditantang untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan baru, yang belum pernah saya lakukan, dan dipercayakan kepada saya, sungguh suatu hal yang saya dambakan, meskipun saya berlatar belakang yang mirip dengan pekerjaan itu, tapi ini adalah suatu anugerah yang luar biasa bagi saya, Tuhan tetap memberikan yang terbaik.
Saya kembali merenungkan, apa jadinya kalau pekerjaan baru itu ada sebelum kebugaran saya
bangkit? Saya tidak pernah tahu, dan buktinya waktu Tuhanlah yang mengatur semua itu.
Setiap keluhan kita yang terdalam sekalipun atau bahkan hanya sekedar terlintas dalam pikiran kita, Tuhan senantiasa perhatikan, dan
waktu-Nya luar biasa buat kita.
Sapat, Sabtu 03/02/07 Tengah hari 11:52 WIB.
|