|
Relakan
Hati dan Bertobat
Oleh: Putra Hulu
Mulai tanggal 02 Feb 2007, banjir terjadi di sebagian besar wilayah
JABODETABEK. Sewaktu banjir datang, pertama kali ia menggusur paksa semua orang "miskin" yang hidup dan membangun tempat tinggal di
bantaran-bantaran kali. Mereka yang memang terbiasa hidup dikejar petugas
tramtib kali ini harus berlari dari kejaran air yang menerjang.
Banjir juga melanda perumahan-perumahan, memaksa penghuninya untuk pergi
mengungsi. Di pengungsian semua orang tak ada bedanya: wajahnya sama
kusut, kedinginan dan lapar. Ketika banjir mulai surut para pengungsi
kembali ke tempat tinggalnya dan menyisakan "si miskin" yang selama ini
hidup di bantaran kali dan tak tahu harus pulang kemana. Kemana mereka
harus pergi? Harta benda mereka terhanyut banjir, yang tertinggal paling-paling yang melekat di badan! Beberapa hari setelahnya
(7/2), pemerintah mengumumkan akan membangun rumah murah yang diberi nama Rusun
1000 Tower. Ini sebagai wujud keprihatinan pemerintah kepada mereka yang
tak sanggup membeli rumah dan akhirnya terpaksa tinggal di bantaran kali. Ini sungguh mulia, sungguh tindakan terpuji, saya berharap rencana
ini segera terwujud.
Saya melihat ada satu pelajaran rohani yang menarik dari hal ini, yaitu
rencana pembangunan Rusun 1000 Tower dikemukakan setelah banyak orang
tinggal di bantaran kali menjadi korban banjir dan kehilangan harta benda.
Sobat, anda mungkin sering atau pernah mendengar kesaksian seseorang
yang mengatakan bahwa dia bertobat dan datang kepada Tuhan Yesus setelah
terjadi minimal satu dari perkara berikut:
- dikejar hutang,
- bangkrut,
- sakit kronis,
- ditinggal pergi pasangan,
- di PHK,
- putus sekolah,
- dipermalukan,
- dipenjarakan,
- stres,
- stroke,
- ... dll
Saya tidak ingin mengkritisi isi kesaksiannya, saya malah bersyukur dia
akhirnya bertobat dan datang kepada Tuhan Yesus Kristus. Yang ingin saya
katakan adalah: "Jangan sampai hal-hal buruk terjadi terlebih dahulu
menimpa hidup kita baru kita datang kepada Tuhan Yesus. Marilah kita
bertobat sebelum hal-hal buruk itu menimpa kita!"
Firman Tuhan berkata: "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;
sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!" Wahyu 3:19 Bapa Surgawi memiliki lebih dari sejuta cara untuk menegor kita. DIA
juga memiliki lebih dari sejuta cara untuk menghajar kita. Tetapi jika
Bapa Surgawi menegor dan menghajar kita, DIA tak memiliki sejuta alasan
untuk melakukannya! DIA hanya punya satu alasan, yaitu: "Karena DIA mengasihi kita!" Dalam kasih-NYA, DIA menegor. Dalam kasih-NYA, DIA
menghajar. Dan DIA mengharapkan satu hasil akhir, yaitu: pertobatan kita!
Sebab itu perhatikanlah tiga hal berikut:
1. Relakan hati
Sesungguhnya Allah tak langsung menghajar anak-anak-NYA, tetapi memberi
tegoran terlebih dahulu. Allah memiliki banyak cara untuk menegor kita:
melalui hamba Tuhan, melalui peristiwa, melalui suami/istri, pekerjaan,
Firman Tuhan, mimpi, dan lain-lain. Biarlah kita memiliki hati yang rela
untuk ditegor, tak ada gunanya bertahan pada kebenaran pribadi. Ingatlah
bahwa harga diri sering menghalangi kita untuk rela hati menerima tegoran! Sebab itu jangan pasang harga diri setinggi langit, rendah
hatilah! Coba ingat-ingat adakah tegoran yang anda terima belakangan ini?
2. Bertobat
Setelah kita merelakan hati untuk menerima tegoran Allah maka segeralah
bertobat! Jangan berlambat-lambat, jangan tunda untuk bertobat. Firman-NYA berkata: "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui;
berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" Yesaya 55:6, artinya: "Jangan
tunda sampai besok, datanglah kepada Allah hari ini, cari wajah-NYA hari
ini, besok mungkin sudah terlalu terlambat!"
Dengan kekuatan sendiri, tentu saja kita tak sanggup melakukan pertobatan. Kita butuh penolong: Roh Kudus. Mohonlah kekuatan-NYA, Roh
Kudus akan membantu anda.
3. Hajaran dari Allah
Bila kita tak segera mengindahkan tegoran Allah dan bertobat, maka DIA
akan segera menghajar kita; dan DIA punya banyak cara untuk itu. Salah
satu cara Allah menghajar kita adalah: DIA mengijinkan perkara buruk
terjadi dalam hidup kita! Ingatlah bahwa tidak semua yang terjadi pada
diri kita adalah karena rencana Allah. Tetapi ada hal-hal yang Allah
"ijinkan" terjadi untuk menghajar dan menarik kita kepada pertobatan.
Sobat, apakah anda sedang ditegor saat ini? Relakanlah hati dan bertobatlah! Bila anda sedang dihajar Tuhan saat ini, saya mau
mengatakan memang sakit rasanya.
Tetapi Bapa Surgawi mengasihi anda, berpalinglah kepada-NYA dan bertobat. Maka DIA akan segera memulihkan hidupmu.
Haleluya ...
Putra Hulu
|