Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm[at]glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Berubah
Oleh: Febe Kurniasari


Belum lama ini saya bertemu dengan teman laki-laki saya dalam perjalanan menuju ke warnet. Ketika bertemu saya merasa cukup heran dengan perubahan kepribadiannya. Menurut pengamatan saya dia mengalami perubahan yang sangat pesat ke arah yang lebih baik.

Saya bisa bilang begitu karena saya dapat melihat perubahan itu dalam dirinya. Biasanya tiap kali bertemu dia selalu mengeluh...mengeluh.....dan....mengeluh tentang sikap dan perbuatan teman-temannya yang selalu berbuat jahat kepadanya. Dalam hati dan pikirannya dia selalu beranggapan bahwa semua teman di dunia ini tidak ada yang baik. Menurutnya semua teman itu jahat. Saya juga tidak tahu mengapa ia berpola pikir seperti itu. Walaupun sebenarnya tidak semua teman itu jahat, kan?

Tapi ketika saya bertemu dia beberapa waktu lalu saya sangat terheran-heran dengan perubahan yang ada pada dirinya. Saat bertemu dia saya hanya menyapa dan menanyakan beberapa hal umum seperti bagaimana kabarnya dan bagaimana dengan nilai-nilainya di sekolah? Dia pun tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana kabarnya apakah baik atau buruk, tetapi dia menjawab pertanyaan yang kedua dengan optimis. Dia berkata, "bahwa nilai-nilainya di sekolah cukup lumayan dan dia harus naik kelas," ujarnya.
Mendengar hal itu saya sangat terkejut karena biasanya dia sama sekali tidak optimis. Dia selalu bilang kalau takut tidak naik kelas.

Namun yang kejutan yang paling besar saya rasakan adalah setelah menjawab pertanyaan mengenai sekolahnya, dia tidak mengeluarkan kata-kata keluhan tentang teman-temannya yang biasanya selalu terucap dari mulutnya setiap kali bertemu dengan saya. Setiap kali bertemu kebanyakan saya harus sabar menahan diri untuk mendengarkan berbagai keluhannya.

Tetapi waktu itu begitu dia selesai menjawab pertanyaan tentang nilainya di sekolah dia langsung mengakhiri pembicaraan dengan berkata, "Sudah dulu ya, kapan-kapan ketemu lagi". Dan setelah berkata begitu dia langsung pergi. Luar biasa dia tidak lagi mengeluh jaman-jaman saat bertemu seperti biasanya melainkan lebih optimis.

Dari sini saya belajar bahwa setiap orang tanpa terkecuali bisa berubah ke arah yang lebih baik seiring dengan berjalanya waktu jika Allah berkehendak untuk mengubahkan hidupnya. Amin.