|
Kasih, ajari mereka cara dan jalan yang benar!
Oleh: Putra Hulu
BEKERJA di dunia sekuler saya sering berganti atasan. Ada jenis atasan yang menyenangkan dan ada juga yang bikin pusing. Atasan yang menyenangkan mau mengajari dan menunjukkan cara yang benar dengan sabar, ketika saya melakukan kesalahan. Dia tidak fokus pada kesalahan saya, melainkan berfokus pada jalan keluar serta tindakan apa yang harus saya ambil, agar kesalahan yang sama tidak berulang. Hal sebaliknya terjadi pada jenis atasan yang bikin saya pusing. Dia bukan saja mencampuri pekerjaan dan sok tahu, tapi yang paling parah adalah dia selalu mencari-cari kesalahan saya. Alih-alih mengajari dan membantu, dia malah sering memojokkan saya untuk setiap kesalahan itu! Benar-benar bikin pusing dan stres. Tapi walau berbeda cara, kedua jenis atasan saya itu memiliki tujuan yang sama, yaitu: peningkatan kinerja saya demi kemajuan perusahaan.
Saudara/i dalam Kristus, demikian juga halnya dengan kehidupan rohani kita. Kita ingin orang-orang
di sekitar kita berubah dan bertobat ke arah yang lebih baik. Kita rindu agar mereka yang belum menerima Kristus dapat membuka hati, datang kepada-NYA dan meninggalkan kehidupan dosa. Kita juga ingin agar umat Tuhan dimana kita berada semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.
Tapi, bagaimana caranya menyadarkan mereka dari dosa? Bagaimana caranya mendorong mereka agar bertobat dan meninggalkan dosa itu?
Saudara/i dalam Kristus, kehidupan dosa ada di mana-mana, sangat mudah menemukannya
di sekitar kita. Sebentar saja kita akan menemukan orang-orang ini
di sekitar kita:
- si Badu tukang selingkuh,
- si Udin pemakai narkoba,
- si Vera gonta-ganti pasangan,
- si Mulan jual diri,
- si Toto ngehamilin anak orang,
- si Ita pengedar obat,
- si Joko gila sex,
- si Maya korupsi,
- ... dll
Satu kesalahan besar bila kita mengira bahwa mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah dosa. Mereka sepenuhnya sadar dengan apa yang mereka lakukan! Walau kadang menikmati, tapi tak dipungkiri jauh di lubuk hati mereka terkadang ada satu keinginan untuk meninggalkan dosa itu, tapi tak tahu harus mulai dari mana.
Jika kita datang dan menyatakan kehidupan dosa mereka, maka dapat dipastikan kita akan menghadapi penolakan dan ketidakpedulian! Adalah sangat manusiawi jika orang-orang tidak suka ditunjukkan dosanya; itu adalah sifat dasar manusia. Sama seperti Adam yang berkelit dan menuding Hawa ketika Allah menunjukkan dosanya, maka demikian jugalah sifat manusia sekarang: tak suka ditunjukkan kesalahannya!
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Jawabannya, yaitu dengan meniru apa yang Kristus lakukan!
Ketika Tuhan Yesus datang ke dunia ini DIA tidak hanya sekedar menyadarkan manusia akan dosa-dosa, tetapi DIA juga memberi diri-NYA sendiri sebagai "JALAN" bagi manusia untuk keluar dari belenggu dosa dan pergi kepada BAPA. Jadi inilah yang harus kita lakukan: menyingkapkan dosa dan menutupnya dengan kasih.
1. Menyingkapkan dosa.
Sebagai umat Allah, kita tak punya pilihan selain mengatakan "ya" di atas "ya" dan "tidak" di atas "tidak". Dosa tetap harus dinyatakan sebagai dosa; tak ada kompromi untuk itu. Dan sebagai konsekuensinya, kita memang akan menghadapi penolakan
ataupun ketidakpedulian mereka.
Tapi harus diingat: yang kita tolak adalah perbuatan dosanya, orangnya sendiri harus kita rangkul.
2. Menutupnya dengan kasih.
Dengan menyatakan dosa adalah dosa, kita baru setengah jalan dan belum mencapai apa-apa. Selanjutnya, sama seperti Kristus, kita harus melanjutkannya dengan kasih. Jika kita mengatakan mengasihi seseorang maka kita akan menerima orang itu dan melakukan yang terbaik untuknya. Demikian juga halnya dengan mereka, kita harus menerima mereka apa adanya, tak perduli seberapa merah dosanya kita harus memberikan yang terbaik: mengajarkan kebenaran Firman Tuhan dalam kasih.
Di dalam kasih kita harus merangkul mereka (sambil tetap menjaga diri kita sendiri), mengajari mereka jalan yang benar dan mendorong mereka untuk datang kepada Kristus. Kasih Kristus adalah senjata yang ampuh. Sejuta kata tak akan mengubah orang-orang, tapi kasih dapat mengubah segalanya! Penolakan dan ketidakpedulian yang mereka tunjukkan ketika dosa-dosanya disingkapkan, akan luluh ketika berbenturan dengan kasih Kristus yang kita miliki. Semua manusia mengharapkan penerimaan orang lain, dan penerimaan sejati hanya ada dalam kasih Kristus. Dalam kasih kita mengajari mereka cara hidup yang benar, dalam kasih kita mengajari mereka jalan yang benar, yaitu Kristus!
Ketika kita memberitahu orang-orang mengenai dosa mereka, sebenarnya kita membuat dosa itu semakin nyata; dan itu tak akan pernah berhasil mendorong orang untuk berubah/bertobat. Tetapi ketika kita dalam kasih mengajari orang-orang cara/jalan yang benar, kita memberi pilihan lain kepada orang itu untuk menjalani hidupnya. Ketika kita mengajari orang-orang cara/jalan yang benar, kita membuat mereka memiliki pilihan dalam hidup, yaitu:
- tidak melakukan apa-apa dan tetap dalam dosa; atau
- datang kepada Tuhan Yesus dan bertobat meninggalkan dosa-dosa.
Kita tidak dapat mengeluarkan orang-orang dari belenggu dosa dengan menunjukkan betapa gelapnya dosa itu. Tetapi kita dapat mendorong mereka keluar dari gelapnya dosa dengan menyinari mereka dengan terang Firman Allah. Dan hanya oleh kasih Kristus kita mampu melakukan hal-hal itu.
"Kamu adalah terang dunia..." Matius 5:14a
"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." Yohanes 1:5
Tuhan Yesus memberkati.
putra hulu
http://putra.hulu.googlepages.com/
|