Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm[at]glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Ngungkit
Oleh: Febe Kurniasari


Selama ini tulisan saya berbentuk latin. Dan bisa dibilang tulisan saya sulit untuk dibaca secara sekilas. Orang-orang yang membaca tulisan saya harus mempunyai daya konsentrasi yang tinggi dalam hal membaca. Yang menyebabkan seseorang harus berkonsentrasi penuh saat membaca tulisan tangan saya adalah karena huruf latin saya jelek. Di samping itu jarak antara huruf yang satu dengan huruf yang lain sangat dekat. Jadi untuk bisa memahami isi atau makna tulisan saya orang yang membaca tulisan saya harus fokus.

Karena tulisan latin saya yang sulit untuk dibaca itulah salah seorang dosen saya sering sekali menegur saya. Bahkan karena tulisan yang jelek nilai ujian saya baik ujian tegah semester maupun akhir semester dikurangi nilainya sehingga hasil ujian saya untuk mata kuliah hukum perdata menjadi kurang maksimal.

Yang sering membuat saya jengkel pada beliau bukan karena nilai saya dikurangi waktu ujian melainkan karena dosen saya itu suka mengungkit perihal tulisan saya yang jelek dengan melontarkan sindiran-sindiran yang menyakitkan untuk di dengar telinga di hadapan semua teman-teman saya yang lain.

Kemarin saya datang agak terlambat ke kampus. Setibanya di ruang tempat dosen tersebut mengajar hanya tersisa dua kursi kosong. Yang satu adalah kursi panjang dan yang satunya lagi adalah kursi sandar. Karena waktu itu kursi yang paling dekat letaknya dengan pintu masuk adalah kursi panjang, maka saya pun akhirnya duduk di kursi panjang itu.

Namun sayangnya di depan kursi panjang tidak tersedia meja untuk menulis. Oleh sebab itu saya menulis dengan beralaskan map. Dan ketika menulis tiba-tiba dosen itu berkata, “Febe, jangan duduk di situ. Ayo pindah ke kursi yang di depannya ada meja untuk menulis. Sebab kalau kamu menulis di kursi yang tidak ada mejanya nanti tulisanmu yang sudah jelek akan menjadi lebih jelek lagi” terangnya. Mendengar perkataan dosen saya itu, semua teman-teman lainnya yang ada di ruangan tersebut langsung tertawa.

Waktu mendengar kata-kata dosen saya yang kembali mengungkit-ungkit tentang tulisan saya yang jelek untuk kesekian kali, terus terang saja saya merasa sangat tersinggung. Namun demikian dari kejadian ini saya belajar bahwa seharusnya saya tidak tersinggung dengan perkataan dosen saya yang menyakitkan itu. Tetapi seharusnya teguran yang berupa sindiran tersebut justru harus membuat saya lebih semangat lagi untuk memperbaiki tulisan tangan saya yang jelek.

Begitu pula jika ada orang di sekitar anda yang suka mengungkit-ungkit kelemahan anda dengan cara menyindir, janganlah anda tersinggung dan menjadi patah semangat. Tetapi justru jadikan teguran-teguran orang yang ada di sekitar anda sebagai motivasi dalam upaya melakukan penyempurnaan terhadap setiap kelemahan yang ada pada diri anda.