|
Goodbye Fear
Oleh: Joseph Wise Poriman
Satu
kali Yesus memerintahkan murid-murid-Nya naik perahu berangkat ke
seberang, ke Betsaida, tetapi ketika hari sudah malam perahu itu
sudah di tengah danau dan saat itu
perahu mereka diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal
sehingga murid-murid menjadi sangat ketakutan. Lalu Yesus datang
kepada mereka dan kata pertama yang diucapkan Yesus kepada
murid-murid-Nya adalah “Jangan takut!“
Markus 6:50b
“Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini,
jangan takut!“
Sebenarnya duduk
persoalan yang dihadapi murid-murid saat itu bukanlah angin sakal,
bukan karena perahu mereka sudah diombang-ambingkan gelombang, bukan
karena sudah malam, bukan karena kegelapan yang mencekam, bukan
karena suasana yang mencekam, tidak! Tapi masalahnya adalah MEREKA
TAKUT.
Markus 6:48b "maka
kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas
air dan Ia hendak melewati mereka."
Dan Ia hendak melewati mereka. Perhatikan kata melewati di sini. Pertama
kali kita baca kita pasti bingung, karna saat itu murid-murid berada
dalam keadaan yang sangat membutuhkan pertolongan tapi mengapa Yesus
datang dan kemudian hanya melewati saja, pass
by. Dalam terjemahan lain disebut “Dan Dia berjalan terus
seolah-olah akan melewati mereka.“ Bayangkan, seharusnya ayat ini
ditulis demikian: IA datang kepada mereka berjalan di atas air dan
IA MENOLONG MEREKA. Tapi di sini mengapa Yesus hanya melewati
mereka saja saat melihat perahu murid-murid-Nya sudah
terombang-ambing oleh tiupan angin sakal, mengapa Yesus hanya
melewati mereka saja?
Jawabannya karna
Tuhan ingin supaya mereka mengalami pertumbuhan rohani, Tuhan ingin
mereka bangkit, Tuhan ingin mereka menghadapi dengan berani, bukan
dengan perasaan takut.
Misalkan ada seorang
anak kecil yang berusia 3 tahun sedang belajar berjalan, kemudian ia
terjatuh dan ia menangis. Bila ada orang yang melihatnya, apa reaksi
orang itu? Tentu dengan spontan orang itu akan segera dan langsung
menolongnya, mengangkat dan menggendongnya dan kemudian anak itupun
merasa tenang. Tapi kalau saudara sudah berusia 30 tahun, berlari
dan tersandung kulit pisang, lalu jatuh, apakah saudara akan
menangis seperti anak kecil dan menunggu orang lain memapah kita
bangkit kembali? Oh itu impossible, tidak mungkinlah, malahan kita akan berusaha untuk
bangkit sendiri, bahkan kita akan dengan segera cepat-cepat bangkit
supaya nggak terlihat orang lain, malu deh.
Nah, itu sebabnya
Tuhan hanya melewati saja, sebab Tuhan ingin kita mengalami
pendewasaan rohani, Tuhan ingin melihat sampai dimana dan bagaimana
cara murid-murid-Nya mengatasi persoalan itu? Itu sebabnya
kadangkala Tuhan tidak langsung menolong kita secara instan, dengan
segera, langsung dan persoalan itupun selesai, tidak! Tapi
Tuhan mau melihat bagaimana caranya kita mengatasi persoalan itu.
Yesus hanya melewati saja, Yesus hanya melihat-lihat apa yang akan
kita lakukan dalam mengatasi persoalan tersebut?
Markus 6:49 “Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka
mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak ...“
Itu sebabnya jangan panik, jangan takut sebab kalau kita takut Tuhan itupun
dikira hantu. Ketakutan itu sangat menyesatkan. Pada saat Adam
takut, dia bersembunyi menutup-nutupi kekurangannya. Pada saat
bangsa Israel takut, mereka itu marah kepada Musa bahkan mereka itu
ingin balik kembali ke Mesir.
Keluaran 14:11-12 “dan mereka berkata kepada Musa: ”Apakah karena tidak
ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang
gurun ini? Apakah yang kau perbuat ini terhadap kami dengan membawa
kami keluar dari Mesir. Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di
Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang
Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir
dari pada mati di padang gurun ini. “
Mereka berkata demikian karena takut! Saat murid-murid itu takut, panik,
Tuhan pun dikira hantu. Ketakutan bisa menghambat pertumbuhan rohani
kita. Rasa kuatir; kuatir itu gelisah, kuatir itu takut. Rasa takut,
cemas, kuatir harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan kita. Sebab
kekuatiran itu bukannya bisa menolong kita malahan hanya merugikan
rohani kita bahkan Matius 6:27 berkata “Siapakah di antara kamu
yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan
hidupnya?“
Ini satu pertanyaan,
jawabannya adalah TIDAK, justru kekuatiran itu menghambat
pertumbuhan rohani kita. Menghambat, melumpuhkan, sehingga sekalipun
kita tahu tujuan kita, kita tahu sasaran kita tapi kaki kita tidak
mampu berjalan ke
sana
karna lumpuh, itu bagaikan ketakutan yang mencekam seseorang. Sudah
tahu tujuannya, sudah tahu kemana dia akan pergi tapi dia tidak
mampu, karna apa? Karena takut.
Itu sebabnya menghadapi
persoalan, jangan panik, jangan takut, tapi tetaplah berpegang pada
Firman Tuhan. Kuasa Firman mampu menolong kita, Firman Tuhan
merupakan kunci dan jawaban bagi persoalan kita. Firman
Tuhan merupakan solusi bagi kita untuk menghadapi suatu masalah.
Tetaplah berpegang pada Firman, jangan kita putus asa dan mudah
kecewa sebab sepertinya Yesus hanya melewati namun sebenarnya IA
sedang melihat bagaimana kita mengatasi persoalan yang sedang kita
hadapi. Mari hadapi dengan Firman yang sudah IA bekali dalam hidup
kita.
Perasaan takut itu membuat Adam bersembunyi.
Perasaan takut itu membuat orang Israel ingin kembali ke Mesir,
kembali ke dunia.
Perasaan takut membuat murid-murid menjadi panik sampai-sampai Tuhan
pun dikira hantu.
Itu sebabnya, mari, saat ini katakan pada rasa takut yang masih ada: Goodbye
fear, selamat tinggal perasaan takut, kini hidupku sudah
diubahkan Tuhan dengan kuasa Roh Kudus-Nya, dan sekarang dengan
penuh keberanian aku akan melangkah dengan talenta yang ada untuk
maju melayani Tuhan …
Goodbye fear,
selamat tinggal perasaan takut, kini hatiku sudah tenang, sebab
Yesus sudah mengangkat segala ketakutan yang ada saat IA berkata:
Tenanglah, Aku ini, jangan takut! Goodbye
fear, selamat tinggal rasa takut, sekarang yang ada padaku
hanyalah ketenangan dan keberanian, sehingga saat persoalan datang
kita tidak akan panik lagi, tapi bermodalkan Firman Tuhan kita sudah
tahu bagaimana kita harus mengatasi masalah yang sedang menimpa
kita. Mari mantapkan iman kita dan katakan sekali lagi: goodbye
fear
…
God
bless!
|