|
Perasaan Takut (1)
Oleh: Joseph Wise Poriman
Perasaan
takut itu pertama sekali ditulis di dalam kitab Kejadian fasal 3,
saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, hati mereka dirundung rasa
takut sehingga mereka mulai bersembunyi dari Tuhan. Perbuatan dosa
mengakibatkan seseorang mengalami perasaan takut, tidak tenang, rasa
bersalah dan gelisah.
Kejadian 3:8-10 “Ketika mereka mendengar bunyi
langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu
hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan
Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi Tuhan Allah
memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Dimanakah
engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada
dalam taman ini, aku menjadi
takut karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.“
Pertama
sekali perasaan takut ada pada manusia itu terjadi setelah Adam,
manusia pertama jatuh dalam dosa. Ketika Adam jatuh dalam dosa, dia
mulai merasa tidak tenang, dia bersembunyi karna takut ketahuan,
takut ketahuan dosanya, dia berusaha untuk menutup-nutupi, dia
bersembunyi.
Ini
harus diselesaikan di hadapan Tuhan. Tuhan memberikan satu jalan
keluar di dalam I Yohanes 1:9 bagaimana seseorang yang dirundung
rasa takut saat dia jatuh dalam dosa dan itu tidak boleh
berlarut-larut, harus cepat-cepat diselesaikan. Seorang yang
melakukan perbuatan dosa itu biasanya tidak akan tenang hidupnya,
sebab yang namanya manusia itu punya nurani, conscience,
saat dia melakukan suatu kesalahan maka perasaan pertama yang dia
rasakan adalah gelisah. Perasaan pertama yang dia rasakan adalah
rasa takut, rasa bersalah.
I
Yohanes 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan
adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan
kita dari segala
kejahatan.“
Adanya pengakuan maka
Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala
dosa kita.
Jalan keluar satu-satunya adalah mengakui di hadapan Tuhan.Alkitab
menyatakan bahwasanya IA, Yesus Kristus akan mengampuni segala dosa
kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Ada
sebuah illustrasi:
Ada
sebuah keluarga yang memiliki dua orang pembantu. Yang pertama
namanya Inem, yang ke-2 namanya Biyem. Suatu hari sang nyonya pulang
dari Eropah dengan membeli selusin piring kristal dan berpesan pada
kedua pembantunya untuk hati-hati menjaganya, jangan sampai rusak
apalagi sampai pecah. Tapi suatu hari si Inem ceroboh, dia telah
menjatuhkan salah satu piring kristal itu dan pecah sehingga ia
menjadi takut. Kemudian dia menyembunyikan pecahan piring itu dengan
menimbunnya dalam tanah di kebun belakang dan ia berpikir
persoalannya sudah selesai.
Namun, ternyata semua perbuatannya itu terlihat
oleh temannya, Biyem, sehingga Biyem mulai intimidasi, Biyem mulai
mengancam dan memerasnya setiap bulan harus menyerahkan separoh
gajinya sebagai komisi tutup mulut. Tidak hanya itu, bahkan tugas
sehari-hari dari si Biyem juga dialihkan kepada si Inem, begitulah
keadaan hidup si Inem menjadi begitu menderita, pekerjaannya semakin
numpuk malahan gajinya harus dibagikan separoh kepada Biyem demi
untuk menutup mulutnya, betapa tersiksanya dia, betapa malangnya
dia.
Karena begitu tertekan, maka satu kali Inem
mulai bertekad untuk mengakui segala kesalahannya kepada nyonyanya,
saya harus beritahukan semuanya. Suatu hari dia menunggu waktu yang
tepat dan menjumpai nyonyanya dan berkata: "Nyonya, saya sudah
bersalah, saya sudah membuat pecah salah satu piring kristal yang
nyonya beli dari Eropah itu, saya minta maaf, saya mohon
dimaafkan."
Dan nyonya ini menjawabnya: Inem, sebenarnya
dari dulu saya sudah tahu kalau engkau sudah menjatuhkan piring itu
karna di rumah ini dipasang cctv, waktu kamu menanamkan pecahan
piring itu, semuanya terekam dengan baik, saya hanya menunggu satu
pengakuan saja. Baiklah, karena sekarang kamu sudah mengakui, maka
saya memaafkan kamu, yang terpenting ke depan lebih berhati-hati
lagi dalam bekerja.”
Dan sejak hari itu si Inem terlepas dari segala
tekanan, dia sudah bebas, dia tidak perlu lagi menyetor separoh
gajinya pada Biyem. Betapa bahagianya dia.
Saudaraku, pengakuan itu begitu penting.
Siapapun kita, kalau kita pernah jatuh dan kita pernah berdosa, kita
tidak bisa menyembunyikan diri di hadapan Tuhan. Kemana saja kita
lari, kemana saja kita menyembunyikan diri, di sudut kamar, di
kegelapan, di tempat yang remang-remang, dimana saja kita berbuat
sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan, manusia mungkin tidak
melihat tapi Tuhan melihat dan DIA sedang menunggu pengakuan kita.
Adanya pengakuan
baru ada pengampunan, tanpa pengakuan maka tidak ada pengampunan.
Ini hal yang sangat penting, pengakuan
kita di hadapan Tuhan.
I
Yohanes 2:1-2 “Anak-anakku, hal hal ini kutuliskan kepada kamu,
supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa,
kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus,
yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan
bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.“
Kalau
kita sempat berbuat salah, jangan lupa: kita harus segera melakukan
pengakuan. Siapapun kita pasti pernah berbuat salah dan
dicekam rasa takut, tapi jangan lupa untuk segera mengakui di
hadapan Tuhan supaya beban kita
terlepas, supaya kita bebas, supaya kita hidup dalam
kemerdekaan tanpa ada tekanan dan tindasan.
Ketakutan itu membuat kita tidak bahagia, namun
kalau kita berani mengakui di hadapan Tuhan, maka kita akan terlepas
dari segala tekanan dan ketidakbahagiaan itu. Ketahuilah, sebenarnya
Tuhan selalu menunggu pengakuan kita, itu sebabnya jangan
menunda-nunda waktu untuk segera datang pada Tuhan dengan membawa
seluruh pengakuan kita ke hadapan-Nya. Tuhan sedang menantikan
pengakuan saudara …
God bless!
Joseph Wise
|