|
Perasaan Takut (2)
Oleh: Joseph Wise Poriman
Saat
bangsa Israel
keluar dari Mesir, Firaun dengan pasukaannya mengejar mereka, dan
saat itulah bangsa Israel dicekam oleh rasa takut.
Keluaran
14:9-10 “Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun,
orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai
mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di
depan Baal-Zefon. Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh,
maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu
sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada
Tuhan.“
Lalu
sangat ketakutanlah bangsa Israel, perhatikan kata KETAKUTANLAH. Mereka
merasa takut yang teramat sangat dan mereka berseru-seru kepada
Tuhan. Perasaa takut yang ke-2 ini ditebarkan oleh Iblis sebab
Firaun itu gambar daripada Iblis. Firaun dan kereta berkuda berusaha
mengejar bangsa Israel dan itu membuat mereka menjadi begitu takut,
mereka dicekam perasaan takut.
Iblis
berusaha menyebarkan perasaan takut kepada siapapun.
Kalau kita melihat religious system di dalam aliran
kepercayaan tertentu, saudara tahu mereka itu datang memberi, datang
menyembah, datang mempersembahkan sesuatu, itu karena apa? Karena takut! Mereka mempersembahkan sesuatu kepada berhala mereka karena apa?
Karena takut! Takut apa? Takut nasibnya menjadi sial, takut usahanya
bangkrut, takut keluarganya hancur karena ada intimidasi, ada
ancaman-ancaman.
Banyak
orang kalau tidak berhati-hati, kalau tidak berwaspada bisa
terpengaruh oleh yang namanya religious system dimana mereka
mengendalikan pengikut-pengikutnya dengan intimidasi, dengan
ancaman-ancaman sehingga mereka melakukan sesuatu ritual itu bukan karena
mengasihi, bukan karena inisiatif perbuatan kasih, tetapi karena
takut.
Dan
itu semua ditebarkan oleh Iblis. Saat Firaun mengejar bangsa Israel,
bangsa Israel menoleh ke belakang dan mereka dicekam rasa takut.
Iblis yang berkuasa atas maut memperbudak, menawan manusia dengan
menanamkan rasa takut.
Ibrani
2:14b “yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.“
Yaitu Iblis yang berkuasa atas maut, jadi Iblis
itu punya kuasa, dia menguasai yang namanya maut atau kematian
sehingga seseorang itu takut, takut mati, takut usahanya hancur,
takut gagal dan lain sebagainya dan mereka menyembah kepada
ilah-ilah yang mereka percayai karena mereka takut mati, takut sial,
takut ancaman dan lain sebagainya.
Ayat 15 “dan supaya dengan jalan demikian Ia
membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh
karena takutnya kepada maut.“
Yesus membebaskan mereka yang seumur hidupnya
berada dalam perhambaan/tawanan/ikatan. Seumur hidup berada dalam
ikatan, betapa prihatinnya saudaraku kalau kita tidak menyembah
Tuhan yang benar maka seumur hidupnya seseorang itu diikat oleh rasa
takut, seumur hidupnya berada dalam perhambaan, diperbudak, diikat,
ditawan, dibelenggu, dikendalikan, dikontrol, diperhamba; oleh karena
apa? Oleh karena takut, rasa takut!
Kalau ada orang yang berkata saya tidak bisa
melepaskan diri. Misalkan ada seseorang yang memberi nasehat kepada
seorang gadis: Jangan bergaul dengan si A, si A itu tidak baik,
perbuatannya sudah begitu bejat, dia selalu berbuat dosa dan
sebagainya, tapi si gadis berkata: Saya tidak bisa, saya sudah
terlanjur, saya sudah terikat.
Hati-hati, itu bukan dari Tuhan, jangan saudara
berkata saya tidak bisa, saya sudah terlanjur, saya sudah terikat,
saya sudah diperhamba, tapi kita harus punya kekuatan untuk menolak,
kalau Iblis berkuasa atas maut, Tuhan kita Yesus Kristus Mahakuasa,
AMEN!
Tidak ada seorang Kristen pun bisa terikat dan
diperhamba seumur hidup, TIDAK! Sebab Alkitab kita menuliskan “IA,
Yesus Kristus lewat kematian-Nya, lewat korban-Nya, lewat darah-Nya
telah membebaskan, telah memerdekakan mereka yang seumur hidupnya
berada dalam perhambaan oleh karena rasa takut. Iblis itu seperti
singa yang mengaum-aum, yang selalu berkeliling mencari mangsa.
I
Petrus 5:8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis,
berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari
orang yang dapat ditelannya.“
Si Iblis dengan pasukan berkuda, mereka
menyebarkan rasa takut kepada orang Israel, ancaman, intimidasi dari
religious system juga membuat banyak orang diperhamba,
diikat, mereka itu menyembah kepada ilah, ritual karena takut.
Perlu kita perhatikan: kekuatan dari Iblis itu
hanya bagaikan singa yang mengaum-aum, tidak lebih dari itu. Auman
singa, raungan singa, suara yang menggerang, suaranya saja yang
membuat takut, membuat gentar. Kalau saya boleh tambahkan: “Sadarlah
dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama
seperti singa ompong.“
Singa yang giginya sudah copot, dia hanya
mengeluarkan suara tetapi dia tidak punya kekuatan apa-apa lagi, dia
tidak berdaya sebenarnya karena
kita memiliki Yesus Kristus, Dialah
singa dari suku Yehuda, Dialah tunas Daud dan Dia telah menang,
AMEN! Singa dari suku Yehuda lebih dahsyat, lebih hebat dari singa
ompong yang mengaum-aum, suaranya menakutkan tapi giginya tidak ada.
Kita sebagai orang Kristen harus bangkit, jangan
sampai ada suara-suara yang melemahkan kita yang ditebarkan oleh
Iblis seperti singa yang mengaum-aum, membuat kita menjadi lemah.
Lalu bagimana cara kita mengatasi singa yang mengaum-aum itu?
Ayat 9a
“Lawanlah dia dengan iman yang teguh ...
“
Lawanlah dengan IMAN yang teguh! Ini penting!
Kalau kita melihat bagaimana kisah selanjutnya dari Keluaran 14
tadi, kita melihat Firaun mengejar bangsa
Israel
dan mereka dicekam rasa takut lalu bagaimana mereka mengatasinya?
Musa menghadapi Firaun dan kereta berkuda dengan IMAN yang TEGUH!
Keluaran
14:13 “Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah
takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan yang
akan diberikanNya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu
lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.“
Kata
“keselamatan“ itu adalah Yeshua. Tuhan memberikan
keselamatan, perlindungan yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu;
sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat
lagi untuk selama-lamanya.
Ini
adalah kata-kata iman. Persoalan belum selesai, sebab Firaun masih
berada di belakang, masih mengejar, proses mengejar itu masih sedang
berlangsung tetapi Musa dengan IMAN ia berkata: Orang Mesir yang
kamu lihat hari ini tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya,
ini kata-kata iman.
Ayat 14 “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan
kamu akan diam saja.“
Luar
biasa saudara! Kata-kata iman! Persoalan belum selesai tapi ada
kata-kata iman. Kadangkala yang kita khuatirkan
itu sesuatu yang menjadi bayangan kita. Kita hanya khawatir
terhadap apa yang akan terjadi nanti yang hanya merupakan rekaan
kita, perkiraan kita, kita mereka-reka saja, sebab ketakutan itu
adalah sesuatu yag sangat bertolak belakang dengan iman.
Kalau
definisi iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman itu selalu
positif, yang tidak baik menjadi baik, amen? Iman itu percaya
masa depan penuh harapan, itu iman, sekalipun tidak kelihatan.
Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan
bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, yang belum
kelihatan tapi dengan iman kita yakin oh persoalannya pasti beres,
persoalannya pasti selesai seperti perkataan daripada Musa: “Orang
Mesir yang kamu lihat hari ini tidak akan kamu lihat lagi untuk
selama-lamanya, Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam
saja.”
Itu kata-kata iman sementara persoalan belum
selesai, Firaun masih di belakang, masih sedang mengejar mereka.
Iman selalu mendatangkan masa depan yang baik, hal-hal yang poisitf,
kelimpahan, keberhasilan, kejayaan, kesembuhan, TETAPI KETAKUTAN ITU
BERTOLAK BELAKANG DENGAN IMAN!
Ketakutan itu juga dasar dari segala sesuatu
yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita
lihat tapi bayangan yang tidak kita lihat itu adalah sesuatu yang
mengerikan, adalah suatu kegagalan, suatu kehancuran total, sesuatu
yang selalu negatif! Ini, bertolak belakang dengan iman!
Itu sebabnya sebagai umat Kristiani kita harus
berwaspada, ketakutan itu sering ditebarkan oleh Iblis. Tapi di sini kita lihat saat Musa memberikan kata-kata iman kepada bangsa
Israel, apa yang terjadi saudara?
Keluaran
14:30 “Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel
dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati
terhantar di pantai laut.“
Ini
hasil dari kata-kata iman! Benar-benar
terjadi sesuai dengan iman kita! Benar-benar terjadi sesuai dengan
yang kita imani! Saudaraku, kalau yang namanya takut itu selalu
membayangkan suatu kehancuran, kegagalan dan kemiskinan tapi iman
itu justru membayangkan sesuatu yang luar biasa. Kemenangan,
keberhasilan, kesembuhan, keselamatan dan kelimpahan. Itu sebabnya
hindari perasaan takut itu, buang jauh-jauh!
Kalau
saudara saat ini sedang diliputi perasaan takut akibat berbuat dosa,
mari cepat akui itu di hadapan
Tuhan dan kita akan diampuni. Atau perasaan takut yang dialami
saudara saat ini datang karena intimidasi dari Iblis, mari kita
lawan dia dengan IMAN yang teguh, amen?
Problema
apapun yang sedang menimpa kita saat ini, mari hadapi dengan IMAN yang
teguh, sekalipun problema belum selesai tapi dengan iman, katakan:
“Persoalanku sudah selesai, Yesus Kristus telah menyelesaikannya
bagiku,” AMEN!
Mazmur
138:8a “Tuhan akan menyelesaikannya bagiku!“
Amen! Inilah kata-kata iman yang sanggup
menghalaukan segala ketakutan yang ada. Katakan dengan iman:
“TUHAN AKAN MENYELESAIKANNYA BAGIKU!” Ketakutan apakah yang
engkau hadapi saat ini? Mari, ucapkan kata-kata iman, dan pandanglah
Tuhan, sebab di sanalah letak kekuatan kita, saat kita memandang
Tuhan, dan saat kita percaya kepada-Nya dan mengucapkan kata-kata
iman maka semuanya akan terjadi sesuai dengan iman kita.
Tuhan
akan berperang bagimu dan engkau akan tinggal diam saja, Tuhan akan
menyelesaikannya bagimu dan engkau akan melihat persoalanmu telah
diselesaikan-Nya. Sebab
DIA Tuhan selalu peduli pada kita, Dia selalu memperhatikan kita,
jangan ada lagi rasa takut. Jalanilah hidupmu dengan tanpa
ketakutan. Gantikan rasa takut yang ada padamu dengan IMAN yang
TEGUH, dan engkau akan melihat dalam segala persoalan Tuhan selalu
campur tangan … AMIN.
Joseph Wise
|