|
Selalu Ada Alasan untuk Mengucap Syukur
Oleh: Putra
Hulu
Jika kita membaca kitab Mazmur 52 yang berjudul "Hukuman terhadap orang
fasik", maka fasal ini merupakan curahan hati Daud melihat perbuatan
Doeg kepadanya dan kepada para Imam Tuhan. Kitab I Samuel 22:9-18 menuliskan bahwa Doeg melaporkan Daud kepada Saul dan membunuh Imam
Tuhan atas perintah Saul. Mazmur 52 menyatakan bahwa Daud tidak dapat
menerima perlakukan Doeg. Menunjuk pada kejahatan yang dilakukannya,
Daud protes, seharusnya Doeg tidak berlaku jahat seperti itu!
"Mengapa engkau memegahkan diri dengan kejahatan, hai pahlawan, terhadap
orang yang dikasihi Allah sepanjang hari? Engkau merancangkan penghancuran, lidahmu seperti pisau cukur yang diasah, hai engkau,
penipu! Engkau mencintai yang jahat lebih dari pada yang baik, dan dusta
lebih dari pada perkataan yang benar. Sela Engkau mencintai segala perkataan yang mengacaukan, hai lidah penipu!"
Tetapi walau begitu Daud tidak menghakimi Doeg atas apa yang sudah dilakukannya. Daud tetap mengharapkan/menyerahkan penghakiman kepada
Allah Yang Maha Adil: "Tetapi Allah akan merobohkan engkau untuk seterusnya, Ia akan merebut
engkau dan mencabut engkau dari dalam kemah, membantun engkau dari dalam
negeri orang-orang hidup. Sela"
Dan Daud berketetapan hati untuk selalu ada di dalam Tuhan:
"Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya."
Tetapi hal yang paling luar biasa dari fasal ini adalah, bahwa Daud di
tengah kesulitan besar yang ditimbulkan Doeg, dikejar-kejar Saul dan
perasaannya yang campur aduk, Daud tetap mengucap syukur kepada Allah!
Daud tidak menjadikan penderitaan dan perasaannya sebagai dasar untuk
mengucap syukur. Coba simak ucapan syukur yang dipanjatkannya:
"Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang
bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!"
Sahabat, kita sering dibuat terheran-heran melihat perbuatan jahat yang
dilakukan orang-orang, kita tak habis pikir bagaimana mereka dapat melakukan hal-hal itu! Jika seorang yang tak mengenal Tuhan melakukan
hal jahat, mungkin kita masih dapat memakluminya. Tapi kadang hal-hal
jahat justru dilakukan oleh orang yang mengaku sudah mengenal Tuhan!
Hati ini sangat sedih rasanya! "Kok bisa ya seperti itu? Bukankah dia
pelayan Tuhan?" Pertanyaan seperti ini sudah tidak asing bukan? Belum
lagi jika kitalah yang menjadi korbannya! Mengenai Doeg, dia adalah pegawai Saul yang dikhususkan untuk melayani Tuhan (I Samuel 21:7).
Lalu bagaimana kita menanggapi hal ini?
Daud meresponnya dengan bersyukur kepada Tuhan! Sewajarnya Daud tidak
memiliki alasan apapun untuk bersyukur kepada Allah, mengingat kesulitan
hidup yang dialaminya. Tapi SELALU ADA ALASAN UNTUK MENGUCAP SYUKUR!
".. sebab Engkaulah yang bertindak; .."
Daud mengucap syukur karena Allah yang bertindak dalam hidupnya! Bersyukur karena Allah yang berkuasa atasnya. Tuhan yang punya acara,
Daud tak perlu kuatir!
" karena nama-Mu baik, .."
Nama Tuhan terbukti berkuasa., Haleluya! Daud memuji Tuhan, dia bersyukur karena nama Tuhan yang dia percayai!
Daud tidak bersyukur kepada Tuhan karena DIA akan menghukum orang jahat,
tapi Daud mengucap syukur karena Allah sangat berkuasa dan nama-NYA baik!
Sahabat, bagaimana dengan Anda? Sangat beratkah beban dan sangat sulitkah persoalan yang Anda alami? Sedemikian beratnyakah sehingga
membuatmu tak sanggup lagi untuk berkata-kata? Atau mungkin Anda saat
ini sedang diperlakukan dengan jahat oleh seseorang? Ucapkanlah syukur
kepada Bapa di surga! Selalu ada alasan untuk Anda mengucap syukur! Jika
sampai hari ini Anda masih dapat bertahan, bukankah itu oleh karena kekuatan-NYA? Jika sampai hari ini Anda masih hidup, bukankah semua itu
oleh karena kuasa nama-NYA? Sebab itu mengucap syukurlah, pujilah DIA,
tinggikan nama Tuhan!
Di tengah segala kekacauan dan kesulitan hidup yang mungkin kita alami,
ingatlah, bahwa selalu ada alasan bagi kita untuk mengucap syukur kepada
Allah!
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah
di dalam Kristus Yesus bagi kamu. I Tesalonika 5:18
Tuhan Yesus memberkati.
|