Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm[at]glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Serambi Meko
Oleh:
Garin Pasila



Kabupaten Poso beberapa waktu berselang menjadi terkenal karena berita-berita dan peristiwa yang terjadi di daerah ini. Berita utama yang paling sering muncul adalah berita kekerasan, bom, ledakan senjata dan pembunuhan serta isu-isu sentimen agama. Pada awal tahun 2007 beberapa berita penting menjadi pemberitaan utama di Surat Kabar maupun Televisi, yaitu berhasilnya aparat kepolisian untuk menumpas sumber-sumber utama kekerasan di Kabupaten Poso. Puji Tuhan bahwa masyarakat di sini sudah mulai menyadari bahwa kedamaian itu sangat mahal harganya, bahkan tidak dapat dinilai dengan apapun juga.

Saat ini Kabupaten Poso terkenal kembali, bukan dengan isu kekerasan melainkan berita tentang seorang anak perempuan kecil berusia lk 8 tahun mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Domisili anak kecil ini berjarak 32 km dari Tentena, tempat Pusat Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST). Ada apa dengan si Dokter Kecil (panggilan umum di sana), sehingga mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Banyak orang masih bertanya-tanya dengan situasi ini, bahkan ada kesimpulan dari beberapa gereja yang menyatakan bahwa kemampuan anak kecil adalah gambaran kuasa nabi palsu yang mulai bermunculan di dunia.

Kami sendiri sudah ke desa Meko (serambi Meko), dan menyaksikan beberapa kejadian yang ajaib terjadi di situ. Sempat berbicara dengan orang tua dari Dokter Kecil ini, dan ternyata aktivitas Dokter Kecil ini bersumber dari ROH KHUDUS, dengan misi agar manusia untuk bertobat, siapapun juga apakah dia seorang pemimpin bangsa, pemimpin agama maupun pemimpin masyarakat. Tuhan mungkin sudah bosan dengan para pemimpin agama yang menyuarakan suara kenabian, akan tetapi pada akhirnya hanyalah menjual nama Tuhan untuk mendapatkan uang banyak. Melalui sang Dokter Kecil yang tidak pernah mau menerima persembahan dari para pengunjung yang merasa dijamah Tuhan.

Di desa Meko tidak ada AC tetapi alam di sana cukup dingin sehingga mendinginkan hati kita semua, di sana juga tidak ada penginapan mewah, sehingga semua orang baik yang kaya maupun yang miskin harus siap menikmati tempat di tenda-tenda yang sederhana terbuat dari plastik maupun terpal. Di sana juga tidak ada khotbah-khotbah menggelegar, sebab tidak ada teolog hebat, yang ada hanyalah seorang anak kecil dan orang tuanya yang menyanyi terus-menerus dengan jemaat yang hadir mengharapkan hadirat Tuhan. Doa-doa yang diucapkan pun hanyalah "Doa Bapa Kami", sebuah doa yang 2000 tahun lalu diajarkan oleh Sang Pemberi Mandat kepada Dokter Kecil ini.

Suara yang dikumandangkan dari desa Meko sangatlah sederhana, yaitu Pertobatan. Agar bangsa ini bertobat, sehingga kembali berpaling kepada Tuhan. Berbagai bencana di tanah air sebenarnya telah menggambarkan peringatan Tuhan kepada bangsa ini, mulai dari bencana yang kecil sampai yang sangat besar seperti Bencana Tsunami Aceh, agar semua orang berpaling kepada Tuhan.

Saat ini para Gembala asyik dengan berbagai kesenangan, sambil mengumpulkan uang sekaligus menggembalakan umat di gedung-gedung mewah dengan menggunakan mobil mewah. Untuk itu kita diingatkan kembali bertobatlah, sebab Tuhan segera datang, masih banyak ladang yang harus dilayani di Indonesia, mereka banyak yang kelaparan, kelaparan rohani maupun kelaparan karena tidak memiliki makanan. Kata Tuhan Yesus, "kamu harus juga memberi makan mereka."