|
Misteri Natal
Oleh: Hotman Jonathan Lumbangaol *)
Pada
tahun-tahun pertama umat Kristen tidak merayakan
Natal
bukan perayaan Kristiani—tetapi Hari Raya Paskah-lah yang
dirayakan. Natal baru mulai dirayakan tahun 336 Sesudah
Masehi. Ditandai dengan orang Kristen menyiapkan makanan khusus,
menghiasi rumah. Kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari
perayaan
Natal
.
Gerakan Reformasi di tahun 1500-an, sempat
melarang
Natal
terutama di Inggris dan Amerika. Demikian
juga kaum Puritan di Jerman menolak perayaan
Natal
. Sebab, menurut mereka
Natal
adalah hari raya kaum kafir. Aliran Puritan ini sempat mengeluarkan
peraturan hingga mengacam setiap orang yang merayakan
Natal
.
Itu
sebabnya, saat ini ada beberapa aliran gereja yang tidak mau
merayakan
Natal
, termasuk beberapa gereja di
Indonesia
. Alasannya, karena perayaan
Natal
menurut mereka diambil dari budaya kafir dan merayakan
Natal
berarti mengikuti orang kafir.
Memang
banyak tafsiran tentang lahir Yesus.
Ada
yang menyebut 20 Mei, ada yang bilang 19 April, 6
January, dan 17 November. Namun, para cedikiawan Kristen masa itu
sehati bahwa tanggal lahir Kristus tidak ada yang tahu alias
misteri. Jadi, kalau tidak tahu jangan direkayasa.
Umat Kristen mengakui kelahiran Kristus menjadi
titik awal bagi dunia. Kelahiran-Nya dimulai berdasarkan kalender
masehi. Dalam kitab suci menyiratkan cerita
Natal
berawal dari kisah Caisar Agustus mengeluarkan
surat
perintah (SP) dimana setiap orang harus cacah jiwa. Perintah ini
dikeluarkan setelah 44 tahun Julius Caesar meninggal.
Dalam kepanikan itulah Yusuf dan Maria
mudik—dalam perjalanan menuju Betlehem. Jalan dari Nasaret ke
Betlehem sukar untuk ditempuh, perlu menginap. Di
perjalanan ketika mencari penginapan pun mereka tidak punya tempat.
Hingga Yesus lahir di palungan.
Injil
Lukas menceritakan, seorang malaikat datang kepada para gembala di
luar kota Betlehem dan memberitahu tentang lahirnya Yesus. Matius
juga menulis orang majus, mengikuti bintang terang--menunjukkan
kepada mereka dimana Yesus lahir.
Perayaan Keagamaan
Bagi orang Kristen Natal (Xmas) adalah lambang
Kristus, Xmas dimulai pada hari Minggu sebagai hari kemenangan
disebut juga advent penantian (bhs: Batak berarti panomunomuan).
Advent berarti datang, mengacu pada kedatangan Yesus pada hari
Natal
. Untuk merayakan masa Advent, empat buah lilin, masing-masing
melambangkan hari Minggu dalam masa Advent, diletakkan di depan
altar gereja (bhs: Batak adalah bagas-joro).
Bagi umat Katolik, seremoni ini ditandai dengan
menambahkan satu lilin lagi setiap kalinya. Sebuah lilin merah besar
yang melambangkan Yesus, ditambahkan pada lingkaran daun-daunan.
Perayaan Natal memuncak pada kebaktian tengah malam tanggal 24
Desember.
Sejarah Santaclaus
Santa
Nikolas atau Santa Claus booming tahun 1100. Di negara-negara Eropa
Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Tokoh ini
berasal dari kisah lama tentang seorang Santo Kristiani dari dewa
Norwegia yang bernama Odin. Para imigran membawa Bapa Natal atau
Santo Nikolas ke Amerika Serikat. Namanya lambat laun berubah
menjadi Santa Claus, dari nama Belanda untuk Bapa Natal abad
ke-empat, Sinter Claas. Sekalipun asalnya dari mitologi Norwegia,
Santa Claus kemudian menjadi selebiritis di Amerika Serikat, mereka
memberi janggut berwarna putih, mendandaninya dengan baju merah
sehingga terkesan seorang tua yang riang dengan pipi yang merah dan
sinar di mata jernih. Santa Claus adalah tokoh mitos yang dikatakan
tinggal di Kutub Utara.
Tetapi
masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado. Pada tahun
1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal,
yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak
saudara dan teman-teman. Demikian pula, musim dingin bagi
sanak-keluarga di Romawi Kuno dan Eropa Utara selalu tukar kado.
Setiap orang memberikan hadiah pada satu sama lain sebagai bagian
dari perayaan akhir tahun. Sejak
tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi dikomersilkan, misalnya, pohan
natal dipajang mall dan menjadi lahan bisnis.
Kisahnya,
pada malam Natal, Santa Claus menaiki kereta salju penuh hadiah,
ditarik oleh delapan ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang
menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak
di seluruh dunia. Untuk mempersiapkan kunjungan Santa, anak-anak
Amerika mendengarkan orangtuanya membacakan The Night Before
Christmas (Malam Sebelum Natal) sebelum tidur pada Malam Natal.
Puisi tersebut dikarang oleh Clement Moore di tahun 1832. Padahal,
sesungguhnya Santa Claus hanya tokoh rekaan—dan hanya badut.
Misteri
Natal
Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata
Cristes maesse, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of
Christ (Misa Kristus). Kata
Christmas sering disingkat menjadi Xmas. Tradisi ini diawali oleh
Gereja Kristen terdahulu. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama
dalam nama Kristus Yesus. Huruf ini sering digunakan sebagai simbol
suci. Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari
kelahiran Yesus Kristus.
Zaman
dulu tanggal 25 Desember itu adalah perayaan bangsa Romawi pada
perayaan saturnalia—untuk menghormati dewa matahari saturnus oleh
para petani. Perayaan itu dibarengi menghiasi rumah dengan
bunga-bunga dan saling tukar hadiah--dan mempersembahkan hasil panen
ke dewa saturnus. Tetapi sejak
Caesar Costantin menjadi Kristen, ia mengkristenkan seluruh penduduk
Romawi, mengubah perayaan tersebut menjadi perayaan Natal.
Sekarang
Natal menjadi perayaan universal—menjadi hari ucapan selamat.
Demikian pula, ucapan Selamat Natal kepada orangtua, sanak-saudara
dan keluarga besar--populer sejak tahun 1800-an. Dan kita akan
teringat lampu berkedip-kedip dilingkarkan ke pohon empat musim,
terpampang mistletoe serta kartu ucapan Selamat Natal.
Maka,
25 Desember merupakan misteri. Tanggal berapa tepatnya Yesus lahir,
tidak jelas tertulis dalam sejarah? Apakah salah orang Kristen
merayakan Hari Natal pada tanggal 25 Desember? Atau kita tetap
menganggap itu perayaan berhala? Jawabannya bukan pretensi penulis
untuk menjawabannya--kitalah masing-masing menjawab.
Menurut
hemat penulis, kita perlu tahu sejarah Natal. Misteri Natal
sesungguhnya bukan untuk didebatkan. Kalau boleh sedikit berteori,
sesungguhnya justru misteri tanggal 25 Desember itulah
ke-Maha-Kuasaan Tuhan nampak. Sebab Tuhan tidak bisa diteliti dengan
tehnologi sekalipun, berarti ada misteri yang tidak bisa dipecahkan
manusia tentang tanggal kelahiran-Nya.
Dan
patutnya kita acungkan jempol pada Caesar
Costantin walau sedikit otoriter menjadikan tanggal 25 Desember
menjadi perayaan umat Kristen. Karena itu, yang penting
sekarang adalah makna Natal yang tersirat tersubut. Sebab, Natal
bukan sekedar ganti baju baru, barang baru—tetapi Natal adalah
momen memperbaiki diri. Bukan perayaan menghambur-hamburkan harta.
Selamat Hari Natal.
*)
adalah seorang wartawan, lulus dari STT Doulos Jakarta—tinggal di
Jakarta.
|