Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 

Kolom Kita adalah Kolom Bersama Milik Kita Semua. Kolom ini sifatnya terbuka untuk semua netters. 

Kirimkanlah Artikel/tulisan Anda untuk Kami muat dalam page ini. 

Kirimkan ke gcm[at]glorianet.org dengan subject: kolom kita.

Ke Arsip Kolom Kita







Nyatakan Kasihmu bagi Sesama
Oleh:
Manasje Korniawan


“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.” (I Yohanes 4:7)

Kasih, mengasihi, kekasih, tentunya sudah sangat akrab di telinga kita. Sudah sangat sering kita mendengarnya, dalam khotbah-khotbah, lagu-lagu, ataupun tulisan-tulisan yang membahas soal kasih.
Kasih, suatu ungkapan yang enak didengar, yang dirindukan setiap orang, tetapi tidaklah mudah untuk melakukannya. Mengapa?

Sesama, siapakah sesama itu? Kalau kita merenungkan diri kita, kita sebagai manusia, adalah manusia yang unik, setiap individu dari kita memiliki sifat-sifat yang khas, beraneka ragam, ada juga sifat baik dan sifat buruk. Kadang sifat baik yang menonjol, kadang pula sifat buruk yang menonjol.
Dengan keadaan yang demikian, membuat kita menetapkan syarat-syarat tertentu dalam pergaulan, ataupun memilih-milih teman, sahabat.
Mungkin kita dapat mengasihi orang-orang yang baik kepada kita, tetapi terhadap orang yang sering membuat kita jengkel, sering menekan kita, sering membuat masalah, apakah kita dapat mengasihi orang itu? Pasti sulit sekali. Ya tidak usahlah.
Akhirnya akan disimpulkan bahwa sesama adalah orang yang sejalan dengan kita, yang cocok dengan syarat-syarat kita. Diluar kriteria itu pasti bukan sesama. Apakah betul begitu? 
Jadi, tidak mudahkan mengasihi itu?

Juga, yang paling dapat mencintai ataupun mengasihi, pastilah orang yang sedang jatuh cinta. Ya iyalah ya. Namanya juga jatuh cinta, pasti apapun akan kita lakukan untuk pasangan kita, orang yang kita cintai.
Sering saat kita jatuh cinta, kita tidak memedulikan, menutup semua sifat-sifat negatif yang dimiliki pasangan kita, yang nampak hanya kebaikannya, sifat-sifat yang membuat kita terpesona, gemas, dan yang membuat kita merindukannya, senyumnya, ketawanya, dan lain sebagainya.
Dan yang pasti, kita akan terdorong untuk memberi apapun kepada orang yang kita cintai.
Seperti ungkapan yang mengatakan, orang dapat memberi walaupun tanpa kasih, tetapi orang yang mengasihi, pastilah akan memberi.

Tetapi syukur kepada Allah Bapa, yang sudah memberikan contoh teladan yang sangat luar biasa dalam hidup kita, apa itu kasih, bagaimana mengasihi, dan kepada siapa kita tujukan kasih kita.
Allah adalah kasih (I Yohanes 4:8), dan karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Allah yang begitu mengasihi kita, orang berdosa, orang jahat, yang harusnya tidak layak menerima pengampunan dan keselamatan, tetapi kita telah memeroleh keselamatan dan hidup yang kekal, karena percaya kepada Yesus, Anak-Nya yang tunggal, yang kelahiran-Nya kita rayakan saat Natal ini, Allah telah lebih dulu mengasihi kita, orang berdosa, mengasihi dunia ini, yang memberontak kepada-Nya, dan memulihkan hubungan yang rusak melalui kelahiran Yesus Kristus.

Kita yang saat ini telah dipulihkan, memeroleh kasih karunia keselamatan, menerima curahan kasih Allah, maka kita harus mengembalikan, menyalurkan, menyatakan kasih yang telah kita terima kepada orang lain, saudara kita, sesama kita, yang belum menerima kasih itu .
Dan kalau benar kita mengasihi, pasti kita dengan senang hati, dengan rela membagi kasih kita, membagi ilmu kita, membagi kelebihan kita, kepada orang lain, dan kita akan cenderung memerhatikan, mengarahkan, menasehati, ke arah kebaikan, ke arah kemajuan orang itu, sesama kita, dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan.

Sesungguhnya kita adalah yang paling berbahagia, karena kalau kita mengasihi, kita berasal dari Allah, dan kita mengenal Allah, seperti yang dikatakan ayat di atas.
Mari melalui Natal yang kita peringati saat ini, kita menyatakan kasih kita kepada sesama.

 

Sapat, 13 Desember 2007