|
Semuanya Berubah
Oleh: C Krismariana W
Ketika aku mudik, aku suka mengamat-amati kondisi lingkungan yang
kulewati. Beberapa rumah di seputar rumahku sudah tampak begitu tua.
Padahal seingatku, dulu rumah-rumah itu termasuk rumah yang paling
bagus. Lalu ada pula sebuah hotel yang kini penampilannya bagaikan
seorang nenek yang masih suka bersolek. Walaupun berusaha tampil
cantik, tetap saja tampak tua. Keramik yang dipasang di dinding tak
lagi tampak mengilat. Warnanya sudah abu-abu.
Lalu ketika aku ke gereja, kulihat para pasangan muda datang sambil
membawa anak-anak mereka. Beberapa dari mereka adalah temanku. Lalu,
hey! Itu kan dulu anak kecil yang sering menangis di gereja?
Sekarang dia sudah menjadi remaja yang berbadan tinggi besar. Wah
...
Kalau kita melihat sekeliling, pasti kita akan melihat banyak
perubahan. Orang yang dulu kurus, jadi gemuk (kaya aku hehehe). Yang
dulu tampak cantik dan muda, sekarang mungkin masih tampak cantik
tetapi kerut-kerut sudah mulai tampak. Ini kelihatan sekali ketika
aku membuka album foto keluargaku. Aku dulu rupanya sempat gendut,
kurus, dan sekarang mulai gendut lagi. Hehehe. Dua orang budeku yang
dulu tampak segar bugar, sekarang sudah meninggal. Tanteku yang dulu
tampak muda, terakhir aku bertemu dengannya mulai jadi kelihatan
agak tua.
Ya, semua berubah!
Perubahan-perubahan yang kulihat itu mengingatkanku bahwa semua yang
ada di dunia ini fana. Waktu seolah menjadi rakus karena memakan
semua yang muda dan membuatnya menjadi tampak tua. Dan, ternyata aku
pun tidak kebal dengan waktu! Hmmm ... Kadang aku lupa bahwa suatu
saat nanti aku tidak akan lagi hidup di dunia ini.
Kalau mengingat hal ini, aku jadi semakin menyadari bahwa selagi
hidup dunia ini kita mesti bijak. Bijak mempergunakan waktu. Bijak
membuat keputusan-keputusan yang nanti tak akan kita sesali. Bijak
dalam memilih aktivitas.
Hidup di dunia ini memang sementara. Jadi benarlah jika ayat-ayat di
dalam Alkitab berulang kali mengingatkan kita bahwa kita mesti
bijaksana, mesti sadar bahwa kita tidak lagi hidup untuk diri kita
sendiri, mesti mengarahkan diri pada kehidupan kekal ....
|