|
Menyerah [4]
Oleh: Kukuh Widyat
Berdoa
merupakan bentuk menyerahkan diri kepada Allah yang sudah dipahami
secara luas. Tetapi mengapa mesti berdoa? Adakah penjelasan rasional
tentang doa sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah? Sangat
mungkin berdoa selama ini hanya diyakini sebagai pola keyakinan yang
turun-temurun, atau tuntutan sosial. Bukan berdasar pengalaman
berelasi dengan Allah.
Berdoa
merupakan salah satu aktivitas dari sekian banyak aktivitas yang
mesti disiapkan. Dalam segala hal yang hendak saya dan Anda lakukan
berdoa itu mesti. Bangun tidur, mau makan, setelah makan, mau
berangkat kerja, hendak bekerja, masuk lingkungan pekerjaan, masuk
lingkungan baru, berhadapan, menemui seseorang, selama perjalan dari
rumah ke tempat kerja, dari tempat kerja ke rumah, selama
berkendaraan berdoa, mesti.
Ada
pengalaman menarik dan saya sangat berbahagia mendapat pengalaman
ini. Dan, saya merasa perlu membagikan kepada Anda. Pengalaman
tetang berdoa.
Dengan berdoa, maka secara langsung saya
menggeser fokus perhatian. Seperti jika ingin sesuatu bergeser
kepada Allah. Jika ada
masalah lalu berdoa menggeser perhatian kita kepada Allah. Jadi kita
tidak hanya terfokus pada apa yang menjadi perhatian. Selain itu,
juga menggeser dari urusan duniawi ke arah Ilahi Allah. Kedua, dari
proses menggeser, maka ada celah meskipun sedikit. Dari celah itulah
kita memberikan peluang, kesempatan kepada Allah agar masuk dalam
diri kita. Celah inilah yang dipakai sebagai jalan
masuknya Allah dalam diri kita. Yang sebelumnya
tetutup oleh keegoisan manusiawi kita, dengan memberika celah maka
Roh Allah dapat masuk. Ketiga, dengan masuk dalam diri kita, maka
Roh Allah bekerja. Kita menyerahkan Allah bekerja sesuai dengan
rencana Allah bagi kita. Allah tentu punya rencana baik bagi kita
tugas kita adalah memberikan peluang kesempatan untuk itu. Kita
mempercayakan rencana dan cara kerja Allah bagi kita. Kita tidak
perlu mencampuri rencana dan cara kerja Allah.
Allah
bekerja dengan cara yang tidak pernah dapat kita duga dan
perkirakan. Sehingga ada pembagian tugas antara kita dengan Allah.
Tugas kita menggeser fokus untuk kerja Allah dalam diri agar secara
leluasa berkarya.
Terima
kasih Allah Bapa untuk pengalaman yang diberikan kepada Allah bagi
diriku. Terima kasih atas kesempatan untuk membagikan pengalaman
indah tentang doa. Terima kasih Allah Bapa.
|