Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Mau SERABI: KARTU NATAL, DIBUANG SAYANG

GloriaNet: Seperti biasanya, menjelang Natal pasti kamu sibuk ngirimin kartu Natal atau juga menerima kartu Natal dari keluarga dan teman-teman kamu. Nah, pas mau ngirimin kartu Natal, paling seru kalau sibuk ke sana ke mari, memilih kartu Natal yang unik dan imut-imut sesuai jiwa remaja. Makanya pas ada yang ngirimin kartu Natal kepada kita, sesuai dengan yang kita inginkan, betapa senangnya kita.

Kalau kita terima kartu Natal, sebaiknya jangan cuma dibaca saja ucapan yang ditulis di dalamnya, atau dipandang sebentar desain gambarnya, apalagi setelah itu dibuang karena kamu menganggap cuma penuh-penuhin laci kamu saja. Wah, kartu Natal dibuang sayang, lho.

Buat yang senang mendekorasi rumah atau kamar tidur dengan aksesori Natal, kartu Natal yang kamu terima bisa jadi tambahan aksesori yang bermanfaat. Apalagi itu bisa kamu dapatkan secara gratis, nggak usah repot-repot membelinya. Kamu bisa susun jadi semacam wallpaper. Bisa juga kamu susun beberapa kartu dan sambung dengan tali, lalu kamu gantungkan memanjang di ruang yang kamu hias.

Jadi Koleksi
Tapi, bukan itu saja. Kartu Natal bisa juga jadi benda koleksi yang lumayan unik, lho. Percaya nggak, kartu Natal yang digambar sendiri oleh almarhum John Lennon, itu lho dedengkotnya grup band The Beatles yang kesohor, dan dikirim ke Brian Epstein yang juga pernah menjadi manajer The Beatles terjual dengan harga 5.405 poundsterling Inggris ketika lelang benda-benda koleksi grup band itu di Balai Lelang Christie's di London, Inggris, tahun 2000 lalu.

Bayangin aja harganya dalam rupiah kalau satu poundsterling sekitar Rp 15.000. Itu artinya satu lembar kartu Natal buatan John Lennon, laku terjual sekitar Rp 81.075.000. Wuiih, hebat banget, ya.

Tapi, kalau ngumpulin kartu Natal, tentu saja jangan terlalu berharap bakal laku jutaan rupiah. Yang penting, kamu punya koleksi unik yang mungkin nggak semua orang punya. Namun pasti kamu tanya, bagaimana caranya mulai mgumpulin kartu Natal?

Pertama, kamu seleksi dulu kartu-kartu Natal yang kamu terima. Periksa apakah kondisinya masih baik, nggak ada bekas terlipat, atau terkena tumpahan air, atau robek dan lainnya. Pilih yang masih bagus, kemudian pilih juga desainnya.

Kedua, saat memilih desain kartu, kamu harus menetapkan tema yang kamu ingin kumpulkan. Misalnya, ada yang mengumpulkan kartu Natal dengan tema desain Santa Claus. Jadi, semua kartu Natal yang ada gambar Santa Klausnya, dikumpulkan. Ada juga yang senang tema kartun, tema foto pemandangan, dan sebagainya. Ada lagi yang khusus mengumpulkan kartu-kartu Natal yang dibuat sendiri dengan tangan, jadi bukan kartu Natal yang dicetak. Baik yang dilukis dengan cat air, spidol, tinta, atau kartu Natal yang desainnya dilukis dengan pensil dan crayon.

Ketiga, periksa juga bagian dalam kartu Natal itu. Lihat, apakah pengirimnya orang yang cukup terkenal dan membubuhkan tanda tangannya di kartu Natal itu, misalnya teman ayah, ibu, atau kakak-kakak kamu yang merupakan seorang pejabat pemerintah atau tokoh masyarakat, atau artis, olahragawan terkenal, dan lainnya. Ini pun menarik untuk dikumpulkan.

Kalau sudah memilih yang akan dikumpulkan, jangan lupa simpannya gunakan saja document keeper yang bisa kamu beli di toko-toko buku. Itu lho, map yang di dalamnya ada lembar-lembar plastik, tempat untuk memasukkan dokumen-dokumen kertas kamu. (GCM/SP)


Arsip MAu Serabi