|
|
MAu
Ulas: Ghost Ship, Misteri Kapal Laut Berselimut Maut
Glorianet - Perayaan Halloween menjadi inspirasi bagi sejumlah produser Hollywood untuk memproduksi film-film horor. Beberapa bulan terakhir, film jenis horor mulai beredar. Sebut saja Rats, Soul Survivor dan Jason X. Sekalipun banyak yang berangkat dari fiksi, tapi ada juga yang masih bertolak pada legenda.
Tema legenda itulah yang diangkat film Ghost Ship (GS) garapan sutradara Steve Beck. Inspirasi GS memang berangkat dari legenda kapal bernama Marie Celeste. Kapal dengan dua cerobong asap itu tergolong mewah. Marie berangkat dari Charleston, Carolina Selatan menuju London.
Selang dua bulan kemudian, kapal itu ditemukan di perairan Tripoli dalam keadaan kosong tanpa penumpang. Sekalipun seluruh muatan utuh, Marie Celeste tidak memiliki tanda-tanda kehidupan.
Seluruh penumpang dan awak hilang misterius tanpa bekas. Tidak seorang pun dapat menjelaskan fenomena itu.
Cerita legenda kapal hantu Marie Celeste masih cukup menarik didengar. Alhasil, sutradara Beck sangat serius menggarap film GS. Beck tak serta merta mengadopsi cerita itu mentah-mentah. Dengan sedikit bumbu horor, dia mengadaptasi legenda Marie Celeste. Mungkin memang tak mirip 100 persen, tetapi GS dilengkapi dengan imajinasi yang kaya.
GS bermula dari kisah kapal besar nan mewah bernama Antonio Graza. Pada tahun 1954, kapal tersebut menjadi kebanggaan maritim Italia. Kemewahannya nyaris sebanding dengan kapal legendaris Titanic. Sayang, petualangan megah Antonio Graza berakhir tahun 1962. Seketika saja, lenyap tanpa bekas. Seluruh penumpang yang semula berniat ke Amerika Serikat pun menghilang. Antonio Graza pun tak tertangkap radar.
Empat puluh tahun kemudian, seorang pilot bernama Jack Ferriman (Desmond Harrington) mengaku sempat melihat Antonio. Kapal tersebut sedang mengarungi lepas pantai Alaska. Kapal besar dan megah itu mengarungi laut dengan tenang. Tetapi, Ferriman sama sekali tidak melihat tanda-tanda kehidupan di sana. Ferriman lalu mencari pelaut yang bersedia membawanya ke kapal Antonio. Nasib mempertemukan Ferriman pada awak kapal Arctic Warrior yang dipimpin Kapten Sean Murphy (Gabriel Byrne). Selain itu, Arctic Warrior mempunyai beberapa awak kapal andalan yakni Dodge (Ron Eldard), Maureen Epps (Julianna Margulies), Greer (Isaiah Washington), Munder (Karl Urban) dan Santos (Alex Dimitriades).
Kapten Murphy setuju mencari kapal Antonio dengan segala risiko, asalkan pembagiannya cukup adil. Ferriman tak punya pilihan. Awalnya rencana mereka hanya menyeret Antonio dari laut Bering menuju pantai terdekat. Mereka berharap dapat membawa bangkai kapal tua itu. Setidaknya Antonio masih bernilai puluhan juta dolar.
Malam itu sangat gelap ketika Arctic Warrior nyaris saja menabrak kapal Antonio yang mengapung tenang. Kapal tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat buruk. Tetapi Murphy dkk tidak menemui kesulitan untuk masuk ke kapal Antonio. Satu-persatu mereka memeriksa setiap ruangan yang sebagian sudah berantakan.
Dugaan Ferriman ternyata benar. Kapal itu cukup berharga. Tetapi untuk mememeriksa setiap ruangan, para awak menemui kesulitan. Menyeret Antonio ke pantai membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Oleh karena itu, Murphy lalu mengusulkan agar mesin dan sebagian kabin Antonio yang bocor diperbaiki. Sementara itu, pemeriksaan setiap kabin tetap dilakukan.
Di saat yang sama, sejumlah awak mengalamai banyak kejadian aneh dan menyeramkan. Awalnya Epps melihat seorang bocah perempuan yang bermuka sangat pucat. Kemungkinan bocah itu adalah arwah penasaran yang masih bergentayangan selama Antonio di lautan. Lalu para awak yang lainnya mendengar suara-suara aneh.
Semangat para awak mendadak bangkit ketika mereka menemukan sejumlah peti berisi emas batangan. Menurut hukum laut, setiap kapal dan seluruh isinya yang ditemukan tanpa awak di perairan internasional dapat diklaim oleh penemunya. Para awak akhirnya sepakat untuk mengambil peti emas saja. Tetapi malang, kapal Arctic tiba-tiba saja meledak hebat. Alhasil mereka mesti menyelamatkan diri ke Antonio.
Misteri maut Antonio mulai terkuak. Setiap awak Arctic yang dikuasai nafsu serakah mengalami kejadian aneh dan mengerikan. Bahkan satu-persatu beberapa awak nyaris celaka. Mereka tidak menyadari kapal Antonio selalu mengancam setiap pendatang. Sejak peristiwa kelam 40 tahun lalu, Antonio telah berubah menjadi kapal maut di lautan.
GS mungkin sudah tidak asing lagi bagi para penggemar film horor. Sebelumnya, ada pula film dengan judul sama yang diproduksi pada tahun 1943, 1952 dan 1992. GS yang digarap sutradara Steven Beck ini mungkin agak berbeda dengan film-film yang pernah ada. Beck lebih mengandalkan kekuatan cerita dan visual.
Ketegangan dari setiap adegan memang kurang kuat. Tetapi mungkin kengerian penonton akan bangkit setelah menyaksikan sosok hantu berwajah pucat dan menyeramkan. Belum lagi, kematian tragis dan mengenaskan para penumpang Antonio yang terpotong-potong seperti mentega. Ketegangan juga muncul dari petualangan seru awak Arctic di atas kapal Antonio. Begitu juga kemunculan hantu-hantu kapal, seolah-olah mereka masih hidup.
Semula, film GS ini akan dibuat di atas kapal sungguhan. Tetapi teknis pengambilan gambar ternyata agak terganggu. Mereka juga tak mungkin menjebol dinding kabin yang terbuat dari baja setebal dua inci. Oleh karena itu, para kru film terpaksa membuat replikanya. Pembuatan GS juga dibantu dengan teknologi CGI. Syutingnya dilakukan di perairan dangkal Gold Coast Australia.
(GCM/SP)
Arsip MAu Ulas
|