Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 






SANG RAJA TELAH LAHIR

GloriaNet: Malam itu, di sebuah padang rumput yang luas, suasana begitu hening. Hewan-hewan ternak yang biasa digembalakan di situ pun sudah sedari tadi masuk ke dalam kandang. Namun terlihat beberapa gembala sedang duduk-duduk di dekat kandang menikmati keheningan malam itu sembari menjaga hewan piaraan mereka. Beberapa dari mereka sudah mengantuk dan memutuskan untuk tidur. 

Tapi tiba-tiba, mereka dikejutkan oleh kedatangan sepasang suami-istri. Tampaknya mereka datang dari jauh. Wajah mereka menunjukkan kelelahan. Baju mereka kumal. Dari penampilan mereka, tentu mereka bukan berasal dari golongan kelas menengah. Sang suami dengan susah payah memegang kendali keledai yang sedang ditumpangi istrinya yang sedang hamil tua. Sepertinya keledai itu pun kelelahan, tapi agaknya ia mengerti bahwa tuannya sangat membutuhkan jasanya.

"Ma ... maaf, bolehkah kami me ... menumpang sejenak di sini?" tanya sang suami dengan suara patah-patah.

Gembala pertama hanya terlongo-longo mendengar permintaan sang suami. Menumpang di sini? Itu berarti menumpang di kandang? 

"Mak ... maksud ... maksud Tuan, Tuan mau menumpang di kandang ini?" kata gembala kedua seolah menyampaikan maksud gembala pertama. Ia pun heran mendengar permintaan orang itu. Baru sekali itu ada orang asing yang meminta menumpang di kandang hewan mereka.

"Iya," jawab sang suami. "Istri saya sepertinya akan melahirkan. Kami tidak tahu lagi kemana harus menumpang. Tempat-tempat penginapan dan rumah-rumah sepanjang jalan tadi menolak kami," katanya menambahkan.

"Waduh, kasihan sekali. Tapi Tuan, ini cuma kandang, lho! Kami tidak punya tempat yang pantas untuk istri Tuan agar dapat melahirkan dengan baik," sahut gembala ketiga yang rupanya sudah bangun dari tidurnya.

"Iya, Tuan. Tempat ini kotor. Kasihan istri Tuan nanti," timpal gembala pertama yang akhirnya buka suara.

"Ah, tidak apa-apa. Asal kami bisa berteduh, itu cukup bagi kami. Iya kan, Bu?" kata sang suami sambil menoleh ke arah istrinya.

"Iya," sahut istrinya pelan. Sepertinya ia sudah tak tahan lagi merasakan perutnya yang mulas-mulas.

"Ya, sudah kalau begitu. Silahkan saja, Tuan masuk ke dalam. Di situ ada tempat yang agak bersih tempat biasa kami istirahat," kata gembala kedua.

Lalu masuklah sepasang suami-istri itu ke dalam kandang. Sang istri agak ragu-ragu ketika ia hendak melangkahkan kakinya ke dalam. Ia sama sekali tak membayangkan akan melahirkan di kandang hewan. "Ya Allah," serunya dalam hati, "mengapa harus sesulit ini menjadi ibu Tuhan?" Tapi mau apa lagi, semua orang telah menolak mereka. Hanya gembala-gembala itulah yang mau kerepotan dengan kedatangan mereka. 

Tak lama kemudian, Maria, demikian nama sang istri, akhirnya melahirkan bayinya. Yosef, sang suami, mendampingi istrinya dengan penuh kasih. Dan akhirnya bayi itu lahir di kandang yang bau dan kotor. 

Kemudian, dari arah luar gembala-gembala itu berteriak-teriak. "Bayi itu Raja! Bayi itu Raja!" Gembala-gembala itu pun masuk diiringi tiga orang majus yang rupanya sedari tadi mencari-cari "Bayi Raja" itu. Tak disangka, Sang Raja hadir di tempat yang sekotor itu. Tapi mereka semua bahagia. Mereka bahagia karena Sang Raja telah hadir di dunia. (GCM/C. Krismariana. W)