|
|
|
NATAL PERTAMA: ADAM DAN EVA
Oleh: Andre Hardjana
inilah malam terakhir yang teramat didamba
dalam perjalanan mereka di atas dunia
malaekat yang dengan pedang api di tangan kanan
dan tangan kiri telah menunjuk arah semak-semak berduri
kini tampil kembali dengan bintang di dahi
dan membukakan bagi mereka gerbang
keselamatan yang selama ini terkatup rapat
mereka mengendap-endap menempuh malam
yang telah menenggelamkan sekalian harap
sedang di belakang mereka umat bagaikan serangga
merayap-rayap mencari api sepijar
inilah malam terakhir yang teramat didamba
karena telah mereka jumpai Adam dan Eva kedua
dan selesailah tugas mereka menjelajah dunia
lalu diserahkannya buah larangan di tangan:
dosa pusaka mereka
--terimalah buah yang semula kami duga membawa hayat
tapi cuma mengandung sial dan ajal
dan selesaikanlah perhitungan kami dengan dunia
dan bapa kami yang di sorga--
persembahan pertama dari sepasang pengantin pertama
adalah awal perhitungan tahun kedua
masa derita buat Adam dan Eva kedua
(Kristus kecil dan Maria bunda sapta sengsara)
lalu mereka pun menghilang, entah ke mana
kerna gembala-gembala dena dalam gegas
nafas terengah sudah sampai juga di gua itu
mereka lihat seorang bunda muda memangku seorang putera
sebagaimana malaekat yang berbintang di dahi
telah mewartakannya dalam tingkah lagu
"Gloria di sorga tinggi dan damai buat seluruh bumi"
persembahan gembala-gembala dena itu
serunai buluh sederhana dan seekor domba
(kerinduan tulus dan derita mereka)
inilah malam terakhir yang teramat didamba
kerna Kristus telah lahir demi dosa mereka pertama
dan demi kerinduan kita semua.
* Andre Hardjana lahir 8 November 1940 di Yogyakarta. Belajar filsafat kebudayaan di Universitas Nijmegen, Belanda. Lalu belajar dan menjadi <<Graduate Assistant>> di State University of New York, Buffalo, New York sampai mendapat <<Master of Arts.>> Gelar doktor diraihnya di University of Wisconsin, Madison.
|