“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Roma 12:1

Nathanael Channing, dilahirkan di Solo, tepatnya di Masaran, Sragen pada tanggal 3 Juli 1959, anak ke dua dari tujuh bersaudara. Mulai sekolah dari SD di SD Kristen Triwindu sampai SMP dan SMA Kristen V ”Sidokare” Solo. Sejak duduk di SD panggilan Tuhan untuk menjadi hamba-Nya sudah menjadi ”cita-citanya”. Figur idola sejak kecil yaitu Alm. Pdt. Eka Darmaputera dan Pdt. M.A. Christian, yang adalah kakak sepupu. Juga Alm. Pdt. Tandio Widagdo yang mempunyai pelayanan pastoral sangat baik. Maka setelah lulus SM langsung melanjutkan belajar di Seminari Alkitab Asia Tenggara, sampai Sarjana Teologia dan Magister Divinitas.

Tuhan memberikan kesempatan-kesempatan pelayanan antara lain:

Di GKI Sulung Surabaya sejak tahun 1984 ditahbiskan sebagai pendeta pada tanggal 15 September 1988. Bukan saja pelayanan di jemaat tetapi juga di GKI Klasis Bojonegoro sebagai ketua pada tahun 1996- 2005, dan Wakil Sekretaris GKI Sinode Wilayah Jawa Timur tahun 2001 - 2005. Anggota Sinode GKI tahun 2004-2007. Ketua Umum GKI Sinode Wilayah Jawa Timur tahun 2005 - 2009.
Sejak tahun 1995 mengajar sebagai Dosen Luar Biasa di Universias Kristen Petra Surabaya. Dan dosen tamu di Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang sejak tahun 1994 sampai sekarang, dalam bidang Pelayanan Pastoral dan Administrasi Gereja.

Pada tanggal 3 Juli 1990 telah melangsungkan pernikahan dengan Linda Buntoro Channing, Alumni Sastra Inggris UK Petra Surabaya. Tuhan mengaruniakan dua putra dan satu putri, Jonathan Channing, Elizabeth Channing dan Gamaliel Channing. Menempati Pastori Gereja GKI Sulung di Jalan Parang Barong 11 Surabaya 60176. Dapat saling berkomunikasi melalui email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya atau Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Motto hidupnya ”Persembahan Yang Hidup” dan ayat mas Yohanes 3:16. Karena kasih karunia-Nya, Tuhan Yesus telah datang ke dalam dunia ini menjadi Tuhan dan Juruselamat kita. Semua dikerjakan dengan penderitaan yang sangat mengerikan sampai mati di atas kayu salib, hanya dengan tujuan untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan hidup kita. Ketika kita telah diselamatkan di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka kita adalah anak-anak Allah. Tujuan hidup utama dari anak-anak Tuhan adalah mempersembahkan hidupnya sebagai persembahan yang hidup dan kudus dihadapan Tuhan. Hidup adalah mengenapi panggilan seorang hamba yang taat pada tuannya. Dia taat sampai bertemu dengan Tuannya, Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus Kristus.