Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 


Dibaca: 581 kali






Kasih Itu Aktif
Oleh: Peter Purwanegara


Wow! Kalimat ini sih gedeeeeeee ……… banget deh artinya (tulisannya aja kecil-kecil). Arti kasih aja udah gede, ditambah kata aktif wah azubilah (kayak kita berdiri di depan lampu 100.000 watt silaunya ngga ketulungan).

Kalimat ini aku baca waktu membaca buku War of Words (Perang Kata) terbitan Momentum. Tetapi artinya bener ban get. Tuhan adalah kasih. Kalau saja Tuhan yang kasih itu tidak aktif, tidak bertindak dulu mengasihi manusia dengan menebus manusia melalui Anak-Nya yang tunggal Tuhan Yesus, mana mungkin manusia bisa diselamatkan.

Kita tahu deh sifat kasih yang terdaftar di 1 Korintus 13 “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan …”

Karena kasih yang bersifat aktif itu yang berdampak. Bayangin aja kalau Tono mencintai Tini, tapi Wakuncar kalau ada waktu, telepon sebulan sekali, kirim surat kalau ada perangko baru dari kantor pos, sms kalau ada perlu aja, apalagi email atau chatting - Tono akan membalas email si Tini kalau Tini sudah email Tono 10 kali plus marah seperti orang kebakaran jenggot. (keinget model gong yang dipukul baru kedengeran suaranya :) Kesian deh Tini.)

Kalau Tini aja yang aktif sedangkan Tono pasif ya seperti bertepuk tangan sebelah. Kalau namanya mencintai mengasihi ya jangan azal ngomong aza buktiin donk, begitu kira-kira yach. Cinta dengan bukti. Wak! Nodong neeh ya. (emangnya kayak urusan kantor, minta bukti pembayaran).

Bener kayak Alkitab menuliskan, balas kejahatan dengan kebaikan (wah ini kalimat lain yang gede juga artinya, susyah ngerjaiin-nya). Tetapi bagaimana bisa tahu kalau membalas kejahatan dengan kebaikan kalau tidak ada tindakan atau keaktifan. Ada yang mikir kalau diem aza kan juga udah membuktikan kebaikan. Emangnya kita-kita kayak paranormal yang bisa tahu ngerti pikiran hati seseorang pas kalo orang laen diem aja? Diem aza kan bisa berarti banyak. Diem karna marah. (tipe bom waktu) Diem karna kagak bisa ngomong. (giginya baru dicabut kali) Diem karna terpesona. (simple minded) Diem karna malas ngomong (ngomong kan harus pake energi juga euih) dan laen-laen.

Seorang pemuda minta dikenalin sama cewek (karna sang cowoq statusnya jombloh). Lho! Pantas jombloh karna ngga aktif sih. Emangnya masih jaman Siti Nurbaya, comblang-comblangan. Cari sendiri donk. Usaha. Aktif.

Kalo kita bilang bahwa kita mengasihi Tuhan tapi kagak pernah berbuat sesuatu untuk Tuhan (sebagai tanda bukti) juga sama aza bo’ong. Sebagai orang Kristen yang sudah ditebus oleh Tuhan maka ada rasa mengasihi teman-teman atau keluarga kita yang belom mengenal Tuhan. Bukannya kita harus aktif menginjil, memenangkan jiwa bagiNya? Bukan karna pengen dipuji ato dilihat orang ato biar daftar orang yang diselamatkan melalui kita bertambah banyak. Tentu bukan bok. Tapi karena kita mengasihi mereka. Kita sedih kalau mereka masuk ke neraka permai. Atau kita cuek bebek aza?