|
Kasih Itu Aktif
Oleh: Peter Purwanegara
Wow! Kalimat ini sih gedeeeeeee ……… banget
deh artinya (tulisannya aja kecil-kecil). Arti kasih aja udah gede,
ditambah kata aktif wah azubilah (kayak kita berdiri di depan lampu
100.000 watt silaunya ngga ketulungan).
Kalimat ini aku baca waktu membaca buku War of
Words (Perang Kata) terbitan Momentum. Tetapi artinya bener ban
get. Tuhan adalah kasih. Kalau saja Tuhan yang kasih itu
tidak aktif, tidak bertindak dulu mengasihi manusia dengan menebus
manusia melalui Anak-Nya yang tunggal Tuhan Yesus, mana mungkin
manusia bisa diselamatkan.
Kita tahu deh sifat kasih yang terdaftar di 1
Korintus 13 “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak
cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak
melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri
sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan
segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak
berkesudahan …”
Karena
kasih yang bersifat aktif itu yang berdampak. Bayangin aja kalau
Tono mencintai Tini, tapi Wakuncar kalau ada waktu, telepon sebulan
sekali, kirim surat kalau ada perangko baru dari kantor pos, sms
kalau ada perlu aja, apalagi email atau chatting - Tono akan
membalas email si Tini kalau Tini sudah email Tono 10 kali plus
marah seperti orang kebakaran jenggot. (keinget model gong yang
dipukul baru kedengeran suaranya :) Kesian
deh Tini.)
Kalau
Tini aja yang aktif sedangkan Tono pasif ya seperti bertepuk tangan
sebelah. Kalau namanya mencintai mengasihi ya jangan azal ngomong
aza buktiin donk, begitu kira-kira yach. Cinta dengan bukti. Wak!
Nodong neeh ya. (emangnya kayak urusan kantor, minta bukti
pembayaran).
Bener
kayak Alkitab menuliskan, balas kejahatan dengan kebaikan (wah ini
kalimat lain yang gede juga artinya, susyah ngerjaiin-nya). Tetapi
bagaimana bisa tahu kalau membalas kejahatan dengan kebaikan kalau
tidak ada tindakan atau keaktifan. Ada yang mikir kalau diem aza kan
juga udah membuktikan kebaikan. Emangnya kita-kita kayak paranormal
yang bisa tahu ngerti pikiran hati seseorang pas kalo orang laen
diem aja? Diem aza kan bisa berarti banyak. Diem karna marah. (tipe
bom waktu) Diem karna kagak bisa ngomong. (giginya baru dicabut
kali) Diem karna terpesona. (simple minded) Diem karna malas ngomong
(ngomong kan harus pake energi juga euih) dan laen-laen.
Seorang
pemuda minta dikenalin sama cewek (karna sang cowoq statusnya
jombloh). Lho! Pantas jombloh karna ngga aktif sih. Emangnya masih
jaman Siti Nurbaya, comblang-comblangan. Cari sendiri donk.
Usaha. Aktif.
Kalo
kita bilang bahwa kita mengasihi Tuhan tapi kagak pernah berbuat
sesuatu untuk Tuhan (sebagai tanda bukti) juga sama aza bo’ong.
Sebagai orang Kristen yang sudah ditebus oleh Tuhan maka ada rasa
mengasihi teman-teman atau keluarga kita yang belom mengenal Tuhan.
Bukannya kita harus aktif menginjil, memenangkan jiwa bagiNya? Bukan
karna pengen dipuji ato dilihat orang ato biar daftar orang yang
diselamatkan melalui kita bertambah banyak. Tentu bukan bok. Tapi
karena kita mengasihi mereka. Kita sedih kalau mereka masuk ke
neraka permai. Atau kita cuek bebek aza?
|