Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 







Natal Bagi Orang Percaya 
(Lukas 2:8-14)
Oleh: Pdt. Saumiman Saud

Natal yang kita peringati setiap tahunnya di gereja merupakan peristiwa penting di mana memperingati Tuhan Yesus lahir ke dunia ini. KelahiranNya yang ajaib juga sekaligus merupakan peringatan agar manusia tidak perlu lagi melanglang buana ke sana-sini untuk mencari Alah, karena kondisi manusia yang sudah sedemikian berdosa ini tidak mungkin bertemu dengan Allah, coba baca Roma 3:11 di situ dikatakan bahwa” Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah” Kekristenan justru menawarkan bahwa Allah sendiri yang turun ke dunia mencari kita semua yang berdosa. Tuhan Yesus mengatakan Ia datang ke dunia ini mencari orang berdosa.

Peristiwa Natal begitu populernya sehingga di hampir semua Negara memperingatinya, namun cara mereka memperingatinya berbeda-beda. Di Amerika sendiri semenjak akhir Nopember, di setiap stasiun Radio telah mengumandangkan lagu-lagu Natal, dari Silent Night sampai pada Jinggle Bells. Rumah-rumah, tempat-tempat keramaian dihias dengan lampu-lampu yang indah. Selain itu juga sudah ada Santa Claus, Stoking, Pohon Natal, dan Kartu Natal serta hadiah-hadiah Natal yang dijual dengan penuh potongan harga diberbagai pusat perbelanjaan. Mereka pada umumnya menamakannya dengan musim Holiday, sementara itu berita terpenting Natal yakni Tuhan Yesus yang lahir di kandang domba yang hina itu mulai atau barangkali terlupakan. 

Makna Natal telah mulai bergeser, dari kandang yang hina menjadi Restoran dan Hotel-hotel mewah? Apakah ini yang dinamakan kemajuan? Apa makna Natal sesungguhnya bagi orang percaya? Melalui perenungan kita hari ini saya mencatat ada tiga Makna Natal sesungguhnya sangat penting untuk kita dihayati :

1. Natal adalah Memberi
Yohanes 3:16 “Karena begitu besar Allah mengasihi isi dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anaknya yang tunggal supaya siapa yang percaya kepadanya tidak binasa melain beroleh hidup yang kekal” Yesus hadir ke dunia, merupakan hadiah keselamatan bagi setiap orang, kita tidak pernah menemukannya sendiri. Pemberian Tuhan berupa seorang bayi yang kecil, yang lemah dan tanpa senjata; seorang bayi yang semestinya tidak berdaya, yang biasanya disayang-sayang oleh banyak orang; namun berbeda dengan bayi Yesus, malah Raja Herodes takut pada bayi itu serta ingin membununh-Nya. Bayi Yesus telah menjadi saingan bagi raja Herodes. Kalau bayi Yesus itu tidak mempunyai kekuasaan yang luar biasa maka tidak mungkin kelahirannya sampai menggemparkan seluruh kota Yerusalem.

Ada orang mengatakan demikian:
“Kalau kita tidak mau dirugikan orang lain, hanya ada dua cara: “pertama: kita mempunyai kuasa yang sedemikian rupa besarnya, sehingga orang lain tidak berani merugikan kita; atau yang kedua: kalau kita sama sekali tidak mempunyai kuasa demikian polos dan baiknya, sampai orang lain tidak tega merugikan kita” Tuhan memakai cara yang kedua untuk memberikan keselamatan bagi kita, DIa memberikan seorang bayi. 

Mengharapkan hadiah pemberian manusia, ada batas waktunya; ketiika ia senang pada kita maka ia memberi hadiah pada kita, ketika ia kenal baik sama kita barulah ia berikan hadiah, ketika ia mendapat hasil yang banyak maka ia akan memberi lebih banyak lagi, namun ketika keadaan sebaliknya atau terjadi perselisihan maka ia tidak lagi memberi, bahkan oleh karena sakit hati pada ada orang berusaha merampas kembali hadiah yang pernah ia diberikan.

Dalam sebuah berita yang saya baca bahwa ada seorang yang berpakaian Santa Claus akan menghabiskan hari Natal ini dengan meringkuk dalam penjara di Australia, setelah ia lupa dengan pakaiannya. Demikian diberitakan harian Sinar Harapan. Greory Harland White (40) berencana merampok sebuah bank di sebuah kota kecil di negara Pulau Tasmania dengan berpakaian sebagai Santa Claus itu melempar pakaiannya ke sebuah gerobak dan melarikan diri dengan naik sepeda, demikian surat kabar The Mercury di Tasmania melaporkan, Rabu (10/12). Harland White membeli pakaian Santa Claus dari sebuah toko makanan ayam di dekat bank dan mempersenjatai dirinya sendiri dengan dua batang pipa yang dirakit seperti sebuah senapan. Setelah merampok bank dengan membawa kabur uang tunai 10.000 dolar Australia, Harland White masuk ke dalam gerobak kuda untuk menyembunyikan pakaian Santa Claus, sebelum kabur dengan naik sepeda yang dirantai di sebuah tiang listrik dengan ban tersebut. Namun ia lupa melepas celana Santa Claus dan akhirnya ia tertangkap sebelum berhasil lari jauh dari tempat kejadian. Harland White oleh sebuah pengadilan di Tasmania dinyatakan bersalah karena merampok bank dan menunggu hukuman.

Yesus datang memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepadaNya, inilah makna Natal yang seharusnya tertanam di dalam kehidupan kita. Hadiah dari manusia atau dari Sinterklas, berupa permen di dalam Stoking, pohon Natal dan seluruh Ornamentsnya suatu saat akan lenyap, bahkan Santa Claus juga bisa merampoknya; namun keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus berupa hidup yang kekal tidak pernah lenyap. Mari, undanglah Yesus hadir dan masuk ke dalam hati kita, itu hadiah yang paling berharga, hadiah yang kekal, hadiah yang tahan untuk selama-lamanya.

2. Natal adalah Damai
Semenjak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka hubungan manusia dengan Tuhan Allah terputus, seakan-akan terjadi permusuhan yang dahsyat. Yesus datang ke dunia, menyambung kembali hubungan yang sudah terputus itu. Yesus datang mendamaikan kembali hubungan manusia dengan Allah yang retak itu. Di dunia yang penuh dengan dosa ini tidak ada lagi kedamaian dan kalau adapun itu yang sifatnya sementara , Tuhan Yesus lahir ke dunia ini menawarkan kedamaian yang kekal. 

Beberapa hari terakhir ini di surat-surat kabar memuat berita bahwa Saddam Hussien sudah ditangkap. Sangat kasihan sekali, orang yang sangat berkuasa, ditangkap saat berada di dalam gudang bawah tanah yang tentunya pengap dan kotor. Wajahnya kelihatan lusuh, dengan jenggot serta rambut yang panjang seakan-akan memberikan jawaban bahwa sesungguhnya kekuasaan manusia itu hanya bersifat sementara. Di situ tidak ada tentara yang mengawal, tidak ada orang yang takuit dan menghargai dia lagi. Sadam ingin mencari damai di dalam situasi yang tiada damai. Namun ia saalh alamat, ia bukan datang pada Tuhan Yesus. Pertanyaan yang saya lontarkan demikian, apakah dengan ditangkapnya Saddam Hussien, maka dunia akan damai? Belum tentu. Sebab kedamaian itu bukan terletak pada tangan manusia, justru manusia yang membuat kedamaian itu hancur, kedamaian itu ada di dalam Yesus Kristus. 

Ketika kedamaian itu terjadi, maka tidak ada ketakutan. Untuk mencapai kedamaian; maka seseorang itu tidak boleh menyimpan dosa di dalam hidupnya. Selama ada dosa, maka selama itu juga hidupnya tidak damai. Itu sebabnya ia harus membuang dosanya, dan menyambut Yesus ke dalam hidupnya yang memberi kedamaian itu. Dengan adanya kedamaian di dalam hidup kita, maka kehidupan kita menjadi penuh pengharapan, sebab kita bukan hanya hidup di dunia ini tetapi kita juga akan hidup di surga sana.

3. Natal adalah suka-cita
Mengapa orang bersuka-cita? Orang hanya bisa bersuka-cita karena di dalam hatinya ada kedamaian dan kesejahteraan, tidak ada masalah yang rumit. Pada saat suka-cita , manusia bisa tertawa terbahak-bahak, namun sebentar kemudian ia juga bisa menangis tersendak-sendak. Semua ini terjadi karena suka-cita manusia juga sifatnya sementara. Oleh sebab itu manusia itu bukan hanya memerlukan si Pemberi suka-cita itu yakni Yesus Kristus. Natal merupakan suka-cita terbesar di dunia, sebab Yesus datang ke dunia menawarkan Diri-Nya untuk kita.

Suka-cita itu sendiri tidak bisa dibeli, ia juga tidak bisa dibuat-buat, tetapi ia hanya dapat diberikan secara cuma-cuma oleh Pemilik suka-cita itu, dan sekali lagi perlu ditegaskan bahwa Pemilik suka-cita itu sendiri adalah Yesus. KelahiranNya di dunia membawa sorak-sorak nyanyian suka-cita para gembala, karena mereka diberitahukan oleh Malaikat bahwa yang lahir di kandang domba di Betlehem itu bukan bayi sembarang bayi, tetapi bayi itu adalah Yesus yakni Juruselamat manusia. Orang-orang Majus juga datang dari jauh, mereka membawa hadiah. Raja Herodes sebenarnya ingin mengetahui siapa Yesus yang disebut Raja itu, namun motivasinya tidak murni, diam-diam sebenarnya ia mempunyi rencana jahat untuk membunuh Yesus. 

Biasanya kita senang sekali membagikan suka-cita kita pada orang lain, ketika kita lulus ujian, ulang tahun, menikah, melahirkan anak; ini suka-cita kita. Kita mengundang orang-orang hadir dalam pesta kita, dan kita ingin orang lain juga merasakan suka-cita kita. BIasanay mereka yang hadir juiga penuh suka-cita, kecuali mantan pacar kita kali yang wajahnya agak cemberut. Pendek kata kita ingin suka-cita kita diketahui dan dirasakan oleh orang lain. Ini baru suka cita yang sementara. Pernahkah kita rindu supaya kita juga bisa membagikan suka-cita kita yang kekal ini kepada orang lain, kita mengundang orang-orang yang kita kenal, sahabat-sahabat kita; kita merayakan bahwa Hari ini merupakan Ulang Tahun ke sekian, saya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi saya, ada suka-cita terbesar dalam hisup saya. DI situ kita memuji Tuhan, di situ juga hadir hamba Tuhan menyampaikan firman Tuhan. Wow, sunguh indah bukan? Saya harap diwaktu-waktu mendatang anda bisa merayakannya. Kita begitu sulit mengundang teman-teman baru untuk datang ke gereja, namun saya yakin anda tidak sulit menmgundang teman-teman anda hadir dalam pesta ini.

Sebagai penutup, saya ingin bertanya pada kita semua bagaimana dengan Natal anda tahun ini? Apakah engkau dan saya sudah mendapatkan hadiah yang diberikan oleh Yesus Kristus itu? Apakah engkau merasakan kedamaian hidup bersandar pada Yesus Kristus. Sudahkah suka-cita dari Yesus itu terpancar melalui hidup anda? Seandainya belum, maka iniilah saatnya kesempatan anda untuk menerima hadiah itu, suatu hadiah yang sifatnya kekal dan tidak pernah akan dirampas oleh orang lain. Sebaliknya bila anda sudah memperoleh hadiah itu, maka saat ini juga merupakan saat yang tepat bagi anda untuk membagikannya kepada orang lain; ingat kesempatan itu tidak selalu ada. Bagikanlah Kabar suka-cita ini dengan motivasii yang murni, artinya dengan suka-rela, bukan karena paksaan, denagn suka cita bukan dengan sungut-sungut, dengan kerendahan hati bukan dengan kesombongan.

Akhirnya biarlah Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” Immanuel. Selamat Hari Natal & Tahun Baru.

Campbell, California
December 22, 2003

Saumiman Saud