Selamat Datang di Gloria Cyber Ministries -- Connecting Believers -- Updated Harian
 







Kematian dan Hari Natal
Oleh: Tema Adiputra

Anak muda yang bernama Ricky ini berasal dari kalangan yang berada. Rumahnya di kawasan perumahan elit di Jakarta Utara. Sebagaimana "kebiasaan" komunitas masyarakat di situ yang adalah para pebisnis, para orang tua akan sangat bangga bila anak-anaknya bisa disekolahkan ke luar negeri. Nah…demikian halnya dengan Ricky. Anak lelaki tertua ini baru saja tamat SMU dan orang tuanya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat melanjutkan kuliahnya di Amerika. Dan terwujudalah itu. Dengan tanpa halangan berarti tibalah Ricky di Amerika dan melanjutlah kuliahnya di negeri Paman Sam itu.

Sekian tahun berlalu. Orang tua Ricky semakin sibuk dan semakin sukses bisnisnya dan mereka semakin kaya. Dan tentu saja komunikasi dengan anaknya di Amerika lama kelamaan makin berkurang. Mereka percaya saja pada perjuangan-bersih dan tulus dari anaknya di sana. Nah…karena "percaya saja" itu maka benar-benar tidak mereka ketahui bahwa Ricky telah terseret ke pergaulan bebas sebebasnya di negara demokrasi dan super power itu. Tentu saja Ricky pandai ber-acting bila orang tuanya menghubungi via telepon. Bahkan dengan gaya meyakinkan ia siap pulang ke Indonesia untuk merayakan Natal pada tahun "kelulusannya" yang tepat waktu. Arti "tepat waktu" di sini adalah dia lulus sesuai dengan hitungan matematis kelulusan dan sesuai dengan target dan harapan orang tuanya. Hm….bagi seorang Ricky yang banyak uang tidaklah susah membeli ijazah "aspal" dari sebuah kampus "aspal" di Amerika itu. Nah, orang tuanya yang tahu ia akan pulang dan membawa gelar tentu saja senang gilang gemilang. Mereka bersiap menyambut sang putra kesayangannya itu!

Betapa kaget orang tua Ricky ketika semua media massa di Jakarta memberitakan jatuhnya sebuah pesawat penumpang ke laut setelah beberapa menit lepas landas dari sebuah bandara di Amerika. Mengapa kaget? Karena pesawat terbang itu adalah pesawat yang dinaiki anak kesayangannya -Ricky---untuk pulang ke Indonesia. Lebih kaget lagi ketika diberitahu semua penumpang tewas, sekalipun jasad para penumpang itu tetap terikat sabuk pengaman sehingga mudah diidentifikasi. Yah…apa mau dikata. Orang tua Ricky berada dalam duka yang sangat dalam dan penyesalan yang luar biasa! Mereka yang selama ini super sibuk…koq ya sempat-sempatnya berseru dan berdoa pada Tuhan!

Roh dan jiwa yang selama ini mendiami tubuh-daging Ricky tiba-tiba berada di sebuah tempat sunyi gelap tanpa batas. Jiwa Ricky merasa kesunyian dan ketakutan yang luar biasa. Dan benar! Tiba-tiba muncul sebuah makhluk tinggi hitam dengan pakaian hitam menakutkan dan wajah tengkorak yang sangat ganas dan bau! Jiwa Ricky ketakutan luar biasa, Makhluk bau-seram-mengerikan itu menari-nari karena telah berhasil menjerat roh-jiwa Ricky yang selama ini sangat taat melakukan perbuatan mabuk-mabukan, madat, sex bebas dan lain-lain selama ia kuliah di luar negeri. Dan sekarang roh jiwa Ricky siap dibawa ke tempat yang lebih seraaaaammm dan mengeriiiiikannnn sekali! Tapi ya koq aneh, tidak biasa-biasanya, kali ini Ricky menjerit luar biasa ketakutan dan memanggil-manggil nama Yesus, Tuhannya yang telah lama ditinggalkannya! Terjadilah pergumulan batin, terjadilah perang rohani! Dan ajaib! Tiba-tiba terdengar suara bayi dalam gendongan seorang malaikat putih bersinar. Ricky berdialog dengan malaikat itu, dan ia rasakan kesejukan dan damai sejahtera luar biasa. Ricky minta ampun dan sangat menyesal dan mohon diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya dalam kehidupan baru di dunia. Dan…Bayi Yesus ---yang sangat mengasihi umat-Nya---melalui suara malaikat itu ternyata memberikan kesempatan sekali lagi kepada Ricky untuk melanjutkan hidup di dunia dengan "baju baru". 

Dan tiba-tiba tim medis yang sedang memeriksa puluhan jenazah di ruang medis itu terkejut sekali, karena tubuh Ricky tiba-tiba bergerak-gerak….dan bangkit dari tidurnya….ia hidup kembali!! Berita itu tentu saja tersebar sampai ke Indonesia yang didengar orang tuanya dengan penuh sukacita, penuh pengucapan syukur pada Tuhan! Ajaib! Mujizat! Maka mereka bersiap menjemput Ricky di bandara Soekarno-Hatta, serta akan mengadakan kebaktian pengucapan syukur yang masih dalam suasana Natal. 

Berapa banyak di antara Anda pernah mengalami mujizat Tuhan? Bersyukurlah keluarga Ricky yang tiba-tiba jadi dekat dengan Tuhan karena mengalami tegoran dari Tuhan. Namun….maaf beribu maaf….kisah si Ricky di atas itu adalah garis besar cerita drama Natal berjudul PULANG yang saya buat dan sutradarai beberapa tahun silam. Dan sudah dipentaskan sebanyak 3X masing-masing di SMU, SMP, dan Persekutuan Doa Remaja -semuanya di Jakarta.

Saya hanya bermaksud bertanya apakah untuk menghadirkan Natal (kehadiran Yesus) setiap hari di hati kita harus melalui tegoran Tuhan terlebih dulu dalam bentuk kematian seperti yang dialami Ricky? Memang betul TuhanYesus datang ke dunia untuk melepaskan belenggu kematian kekal dari umat manusia yang mau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamatnya! Namun apakah untuk itu harus mengalami tegoran keras terlebih dulu? Bisa jadi! 

Allah sungguh mengasihi umat-Nya. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal."(Yohanes 3:16).

SELAMAT HARI NATAL & SELAMAT TAHUN BARU….TUHAN BESERTA KITA!

Jakarta, 25 Desember 2003

Tema Adiputra