Gloria Cyber Ministries

-->
  • PDF
  • Cetak

Our Wedding Day

Penilaian Pengunjung: / 8
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 04 Maret 2010 11:03
  • Ditulis oleh Grace Suryani

Rasanya seperti mimpi bisa menulis judul dan tulisan ini. Tongue out Setelah menulis “The Wedding Day” bertahun-tahun lalu kini giliran saya menulis tentang my own wedding day …

Seperti yang temen-temen baca di tulisan-tulisan sebelonnya, pergumulan memasuki wedding day itu buanyak pisan. But ketika hari itu tiba, ternyata rasanya … biasa saja. Hahahhaa.

  • PDF
  • Cetak

Kasih yang Memercik Api Visi

  • Kamis, 04 Maret 2010 00:00
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie

Kebaktian minggu terakhir tahun 2009 dan minggu pertama tahun 2010 di gereja kami dipimpin oleh Pendeta Ayub Yahya. Saya suka gaya bicara Pdt Ayub, apa adanya dan tidak dibuat-buat. Intonasinya di atas mimbar sama seperti waktu beliau ngobrol di rumah saya. Dan, kedua khotbah di akhir dan awal tahun itu berkesan bagi saya, karena bermakna dalam tapi juga praktis dan sederhana.

  • PDF
  • Cetak

Lebih Banyak Nonton daripada Belajar

  • Kamis, 18 Februari 2010 15:22
  • Ditulis oleh Arie Saptaji

Diet ternyata tak cuma berurusan dengan makanan. Konsumsi media pun perlu diatur. Lebih dini, lebih baik.

Menurut Salman Faridi, koordinator Aksi Hari Tanpa Televisi 2009 di Yogyakarta, waktu yang dihabiskan anak-anak untuk menonton televisi mencapai 1.500 jam per tahun (kira-kira 4 jam per hari).

  • PDF
  • Cetak

Aku Orang Berdosa…

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 18 Februari 2010 15:11
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
Semua orang akan mudah sekali untuk mengakui dosanya, apa lagi kalau pengakuan itu dalam bentuk global, universal atau orang banyak. Berkali-kali para pemimpin bangsa kita menyerukan untuk mengadakan ibadah pengakuan dosa kepada Allah, agar Allah membebaskan bencana yang bertubi-tubi menimpa bangsa kita. Maka banyak orang bahkan ribuan orang mengadakan kebaktian pengakuan dosa masal.
  • PDF
  • Cetak

Kedaulatan Allah & Gerakan Misi

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 17 Februari 2010 14:54
  • Ditulis oleh Sunanto

Jika Tuhan berdaulat penuh untuk menentukan siapa saja yang akan selamat, mengapa kita harus tetap menginjil? Bukankah kita tidak perlu lagi bersusah payah bekerja dalam ladang misi sebab usaha kita juga tidak akan menambah jumlah orang yang akan masuk surga? Pertanyaan ini sering diajukan oleh mereka yang tidak percaya akan doktrin predestinasi (pemilihan).

Halaman 1 dari 4