• PDF
  • Cetak

Bersaksi???

Penilaian Pengunjung: / 36
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 30 Januari 2012 10:51
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 2 Tim 4:2. Ketika kita membaca bagian ini dan kemudian merenungkan dengan tenang, reaksi apa yang terjadi dalam diri kita? Ada orang yang mengatakan, “Ayat ini bukan untuk saya, tetapi untuk hamba Tuhan atau penginjil yang memang sudah dipersiapkan di sekolah teologia.” Yang lain lagi mengatakan, “Bagaimana saya dapat memberitakan Firman Allah, karena saya tidak pernah belajar teologia” atau “Saya takut memberitakan Firman, karena saya ini orang biasa, awam jemaat kecil…” Yang lain lagi berkata, “Wouww, kalau ngrumpi saya jago… tetapi kalau memberitakan Firman… siapa berani, kalau salah bisa-bisa saya masuk ke neraka!”
Yang pasti banyak alasan yang bisa kita lontarkan, jika kita dipanggil untuk memberitakan Firman. 1001 alasan bisa kita buat untuk mengatakan yang sebenarnya “saya tidak mau dan bukan saya tidak bisa!” Apa yang dimaksudkan Paulus diba-gian ini? Paulus menjelaskan identitas diri kita sebagai orang-orang yang telah ditebus dan dibeli oleh Kristus untuk menjadi anak-anak Allah, milik kesayangan-Nya. Dengan status itu, maka kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan harus bisa menjelaskan peran dan panggilan kita di dunia ini. Sama halnya kalau ada orang bertanya tentang kehidupan orangtua kita, kakek nenek kita, saudara-saudara kita dan sebagainya. Kapan pun dan di mana pun saja kita berada dan jika ada orang yang bertanya tentang keluarga kita, pasti kita bisa menjelaskan dengan baik. Tidak perlu ada sekolah atau kuliah khusus untuk menjelaskan keberadaan keluarga kita. Itulah yang dimaksudkan Paulus “Beritakanlah, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya”. Ketika orang bertanya tentang iman kita; pada saat orang menanyakan pergumulan kehidupan kita; sewaktu orang lain melihat kita menyelesaikan masalah demi masalah; itu merupakan bagian dari kesaksian nyata hidup kita secara tidak langsung. Suatu kesaksian yang dinyatakan melalui kehidupan nyata kita, ini jauh lebih penting dari pada sekedar kita menyampaikan berita Injil kepada orang lain, namun tidak sinkron dengan kehidupan kita. Bagaimana kita bisa menyampaikan berita Injil dalam setiap saat? Tidak lain hanya dimulai dari sejauh mana kita semakin mengenal Tuhan Yesus dengan benar. Tanpa pengenalan yang benar, tidak mungkin kita bisa menyaksikan Injil dengan benar! Pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus akan memampukan kita menyampaikan berita Injil kepada siapapun melalui kehidupan kita; bahkan kita dimampukan untuk saling menegor dan menguatkan satu dengan yang lain. Mari kita terus menyadari akan identitas diri kita sebagai anak-anak Tuhan yang mencerminkan DIA hidup dalam diri kita. Amin. (NC).

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 2 Tim 4:2. Ketika kita membaca bagian ini dan kemudian merenungkan dengan tenang, reaksi apa yang terjadi dalam diri kita? Ada orang yang mengatakan,

  • PDF
  • Cetak

11 Resolusi Tahun Baru Bagi Orangtua Di 2011

Penilaian Pengunjung: / 12
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 12 Januari 2011 12:25
  • Ditulis oleh Agustina Wijayani

Saya selalu bersyukur ketika menyadari bahwa Tuhan menciptakan pagi hadir setiap hari. Sebab pagi mengawali hidup dengan sesuatu yang baru. Bahkan ketika malam dilalui dengan berat, pagi selalu menyediakan harapan baru. Demikian pula tahun baru. Segala kepenatan dan perjuangan keras di tahun yang lalu boleh dijalani dan dilewati. Namun tahun yang baru memberi pengharapan bahwa hari depan akan dijalani dengan jauh lebih baik. Sebab itu,

  • PDF
  • Cetak

Doa Sebelum Tidur

Penilaian Pengunjung: / 14
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 03 November 2010 11:06
  • Ditulis oleh Arie Saptaji
sebuah syafaat buat yogya

bulan meradang di atas kaliurang, bulan kedinginan
ceritakanlah kabut: mengetuk-ngetuk jendela ruang tidur
dengan sejuta dongeng dari pojok-pojok bimasakti
purba sekali -- melintas antara kawah merapi dan
tugu, tugu dan keraton, keraton dan laut kidul
  • PDF
  • Cetak

"Tuhan, anak Daud,... kasihanilah kami!"

Penilaian Pengunjung: / 21
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 11:39
  • Ditulis oleh Augustinus Simanjuntak
Teriakan di atas diungkapkan oleh dua orang buta yang duduk di pinggir jalan ketika mendengar Tuhan Yesus lewat (Matius 20:30).

Tetapi orang banyak yang berbondong-bondong mengikut Tuhan Yesus menegur kedua orang buta itu supaya keduanya diam. Ketika orang banyak yang mengikut Tuhan Yesus itu menyuruh orang buta itu diam, apa yang terbesit dalam pemikiran kita? Bagaimana posisi kita? Apakah berada dalam posisi orang banyak atau berada dalam posisi seperti kedua orang buta itu?
  • PDF
  • Cetak

Natal, Sosok Sang Raja

Penilaian Pengunjung: / 19
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 23 Desember 2009 14:06
  • Ditulis oleh Ayub Yahya

Bacaan Alkitab: Matius 2:1-12

Kisah orang Majus identik dengan kisah Natal. Dari seluruh Alkitab hanya muncul pada saat Tuhan Yesus lahir. Banyak misteri menyelubungi. Siapa mereka? Berapa orang? Dari mana asalnya? Tidak jelas. Sebagaimana yg terjadi pada peristiwa² diselubungi misteri muncul banyak legenda dan kisah sampingan, begitu juga dengan kisah orang Majus.

Halaman 1 dari 4