• PDF
  • Cetak

Bangkitlah Marahnya…!

Penilaian Pengunjung: / 23
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 10 Oktober 2011 10:26
  • Ditulis oleh Nathanael Channing

Ada orang mengatakan: “Sabar itu ada batasnya.” Itu juga sama dengan “Ketidaksabaran itu ada waktunya”. Sikap ini menandakan bahwa karakter seseorang atau sifat seseorang ketika diperhadapkan dengan masalah-masalah yang menyakitkan, maka akan menimbulkan reaksi yang melawan. Orang yang sabar tidak bisa terus-menerus menjaga kesabarannya.

  • PDF
  • Cetak

Hidup ini tidak adil?

Penilaian Pengunjung: / 20
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 10 Oktober 2011 10:12
  • Ditulis oleh Nesya Christina

Ya... terkadang aku merasa hidup ini sungguh tidaklah adil.

Orang-orang di sekitarku, begitu mudah mendapatkan impian dan hal-hal yang aku dambakan dalam hidupku. Komputer, jalan-jalan ke luar kota, les bahasa, dan kuliah. Tapi entah mengapa, untuk mendapatkan hal yang begitu mudahnya sekitar kudapatkan, aku harus menguras otak dan tenagaku, bertahun-tahun, untuk mendapatkan satu dari impian tsb. hanya satu, tidaklah lebih.

  • PDF
  • Cetak

Kecil-Kecil

Penilaian Pengunjung: / 43
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 21 Juli 2011 14:31
  • Ditulis oleh Tema Adiputra

Masih jelas teringat di benak saya saat mengikuti Pemahaman Alkitab di sebuah persekutuan yang rutin diadakan jam 12 siang di sebuah kantor media, sekitar 6 tahun lalu. Yang teringat ini adalah ketika seorang bapak, eksekutif, memberi kesaksian dan komentar terhadap situasi ekonomi Indonesia yang sedang “parah” saat itu. Ucapan yang keluar dari mulutnya, entah mengapa sampai sekarang masih terngiang-ngiang di telinga saya, pun teringat juga mimiknya yang tenang dan suaranya yang pelan sistematis.

  • PDF
  • Cetak

Datanglah Kerajaan-Mu di Keluarga Kami...

Penilaian Pengunjung: / 13
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 16 Juli 2011 11:35
  • Ditulis oleh Henry Sujaya Lie

Setiap hari Minggu kita mengucapkan Doa Bapa Kami atau Pater Noster sebagai bagian dari liturgi kita. Sering saat kita mengucapkannya, walau dengan teliti kata per kata dan penuh khidmat, tapi terasa protokoler. Apa artinya Doa Bapa Kami di tengah keluarga? Sebuah keluarga biasanya tidak protokoler, komunikasi antar keluarga tidaklah harus “politically correct”, tapi apa adanya, terbuka dan jujur.

Seperti apa Doa Bapa Kami di ‘sebuah keluarga’? 

  • PDF
  • Cetak

Marwan

Penilaian Pengunjung: / 33
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 01 Juni 2011 14:25
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara

Ellen hanya berdiri termangu melihat tubuh Marwan yang kaku terbujur yang tiga perempat tubuhnya tertutup oleh kain putih. Hanya kelihatan kepalanya saja. Ellen hanya ingin melihat wajah Marwan terakhir kali sebelum wajah itu akan ditutup dengan kain putih. Ellen hanya membersihkan ingus dari hidungnya. Tak ada air mata lagi yang keluar dari matanya. Kemarin seharian dia sudah menangis tak henti-hentinya.

Halaman 1 dari 4