|
|
KESAKSIAN
Apakah Anda terbeban untuk saling memberkati saudara seiman kita?
Tulislah pengalaman rohani Anda untuk saling membangun dan memberkati.
Melalui rubrik kesaksian ini diharapkan saudara seiman kita yang membaca
akan dapat semakin dikuatkan dan saling meneguhkan.
Kirimkanlah kesaksian Anda ke kami untuk dimasukkan dalam web ini.
Klik sini untuk kirim kesaksian
---------------------------------------------------------------------
Kesaksian: Yesaya Christian Oenas
- Swasta, Jakarta
Kesombongan Yang Menghancurkan
Aku dipercayai Tuhan dengan sebuah pekerjaan yang bagus. Aku sangat yakin pekerjaan yang diberikan
Tuhan untukku adalah yang terbaik. Suatu kali aku dipercayai perusahaan untuk memimpin salah satu anak perusahaan yang baru didirikan. Tahun pertama merupakan sebuah kegemilangan, karena semuanya berjalan dengan luar biasa karena pertolongan Tuhan. Dalam masa jaya itu, aku berulang-ulang menyatakan kepada beberapa teman, bahwa “sama seperti raja-raja Yehuda, selama aku taat dan setia kepada Tuhan maka pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepadaku akan
diberkati-Nya dengan luar biasa.”
Aku percaya bahwa konsep itu merupakan kebenaran. Namun ternyata, setelah tahun pertama yang sukses, tahun kedua muncul banyak kendala, sehingga pada semester pertama, aku meleset jauh dari target yang ditetapkan. Aku mulai bertanya kepada Tuhan. Dalam kebingunganku, dengan
cara-Nya yang sangat unik, Tuhan menyadarkan aku, bahwa keberhasilan tidaklah ditentukan oleh kemampuanku sendiri apalagi hanya sekedar oleh ketaatanku. Konsepku ternyata mengandung sebuah kesombongan karena di dalamnya tersirat bahwa “kalau aku berhasil itu karena aku sendiri, yang bekerja keras dan taat.”
Sekalipun aku bekerja keras untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan, sekalipun aku habis-habisan taat dan berusaha hidup berkenan kepada Tuhan, hasilnya Tuhanlah yang berhak menentukan.
Aku kemudian sadar dan mengakui, bahwa segala keberhasilan adalah berasal dari Tuhan. Kerja keras dan taat adalah tugas dan tanggung jawabku. Aku tidak berhak menuntut apapun dari kewajiban yang kutunaikan itu. Karena dengan cara itulah Tuhan ingin menyatakan, bahwa Dia berkuasa, Dia yang menentukan. Haleluya.
Setelah kuakui, bahwa Tuhanlah yang mengendalikan segala sesuatu bagiku, maka Tuhan mulai mengerjakan yang terhebat bagiku. Yang Tuhan kerjakan ternyata jauh lebih hebat daripada yang aku bayangkan. Pekerjaanku dan hidupku
diberkati-Nya luarbiasa setelah aku mengakui, bahwa aku ini tidak berarti, hanya debu, hamba yang tidak berharga.
Yesaya Christian Oenas
|