|
|
KESAKSIAN
Apakah Anda terbeban untuk saling memberkati saudara seiman kita?
Tulislah pengalaman rohani Anda untuk saling membangun dan memberkati.
Melalui rubrik kesaksian ini diharapkan saudara seiman kita yang membaca
akan dapat semakin dikuatkan dan saling meneguhkan.
Kirimkanlah kesaksian Anda ke kami untuk dimasukkan dalam web ini.
Klik sini untuk kirim kesaksian
---------------------------------------------------------------------
Kesaksian: Ike - Karyawan
Swasta, Kendari
Dua tahun yang lalu saat aku belum menerima Kristus sebagai Juruselamatku secara
pribadi, aku pernah menjalin hubungan dengan seorang yang tidak
mengenal-Nya. Sahabat-sahabatku berulang kali memperingatkan aku bahwa terang dan gelap tidak bisa bersatu namun aku terlalu mencintai pria itu dan tetap menjalin hubungan dengannya.
Sampai suatu saat aku menghadiri pemberkatan nikah salah seorang temanku
di gereja, saat kulihat kedua mempelai diberkati oleh pendeta, air mataku tiba-tiba menetes membayangkan bagaimana jika nanti aku
menikah, apakah harus nikah di luar negeri karena kami tidak seiman.
Malam harinya aku beranikan untuk memutuskan hubungan kami lewat telepon aku sedih
sekali. Aku juga tidak melibatkan Tuhan untuk mengambil keputusan itu,
hanya mengandalkan kekuatanku sendiri, berhari-hari aku larut dalam kesedihan karena keputusanku
sendiri. Lalu entah bagaimana awalnya kami mulai berhubungan lagi, saling sayang meskipun belum ada
keputusan untuk pacaran lagi seperti dulu, namun ada rasa tidak damai sejahtera yang aku rasakan saat
itu.
Sampai suatu saat salah seorang sahabatku mengajak aku ke sebuah acara KKR yang menghadirkan Jefry
Chandra. Aku menangis saat menyanyikan lagu "Allah Peduli". Saat itu aku merasa bahwa Yesus sedang bicara padaku lewat pujian
ini. Selama ini mataku dibutakan oleh keinginanku sendiri, aku tidak menyadari bahwa ada satu Pribadi yang sangat mengasihi dan mengerti akan
pergumulanku. Saat pulang dari KKR aku berdoa agar diberikan kekuatan untuk benar-benar mengakhiri hubunganku dengan kekasihku
itu. Aku menyerahkan semuanya kepada-Nya. Lalu aku berkata, "Bapa,
aku sedih harus kehilangan orang yang aku cintai, namun aku mau rencana-Mu terjadi 100% dalam
kehidupanku, bukan setengah-setengah. Aku percaya Engkau yang paling tahu rancangan yang terbaik untuk
aku. Aku percaya kepada-Mu."
Ajaib! saat itu aku merasakan damai sejahtera yang luar biasa. Memang masih ada rasa sedih namun semuanya dikalahkan oleh damai yang Yesus berikan saat aku benar-benar berserah
kepada-Nya. Malam itu aku memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamatku secara
pribadi.
Saat ini tanpa terasa sudah hampir dua tahun aku berpisah dengan pria itu namun Dia terbukti tidak pernah mengambil sesuatu tanpa menggantikannya dengan yang lebih baik karena saat ini Dia memberikan aku seorang calon pasangan hidup yang benar-benar
mencintai-Nya.
Thanks God. Semoga setiap orang yang membaca kesaksian ini mendapat berkat semakin memahami maksud Allah dibalik semua pergumulan yang kadang-kadang tidak kita mengerti dengan pikiran kita
sendiri. Amin.
|