• PDF

Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya

Penilaian Pengunjung: / 41
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 02 Mei 2009 09:05
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 14936 kali
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." 
-- Matius 6:33 

Saya percaya hampir setiap orang Kristen mengetahui ayat di atas. Banyak juga yang menjadikannnya sebagai ayat favorit dan pegangan hidup. Apakah kita benar-benar mengerti yang dimaksud dengan perkataan Yesus ini? Perkataan Yesus ini sebenarnya mengandung pengertian yang sangat dalam.


Sebelum mengatakan perkataan ini, Yesus berkata tentang apa yang dicari oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang yang tidak mengenal Allah mencari hal duniawi yaitu makanan, minuman, pakaian, rumah, mobil, jodoh, dan lainnya. Kata "semuanya" yang dimaksud oleh Yesus adalah hal yang dicari orang yang tidak mengenal Allah. Jadi sebagai orang percaya maka kita akan bisa memiliki semua itu. Tetapi ada satu syarat yaitu harus lebih dulu mencari kerajaan Allah dan kebenarannya.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari terdapat pengertian yang lebih jelas. Versi B.Indonesia sehari-hari : "Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu."

Mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maksudnya adalah kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh aspek hidup kita. Dengan kata lain menempatkanNya sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Saya masih teringat dengan salah satu perkataan Brian Houston dalam kotbahnya:"Put Him first in your life".

Saudaraku kalau boleh jujur saya ingin mengatakan kebanyakan orang kristen umumnya akan mencari semuanya yang akan ditambahkan daripada mencari kerajaan Allah dulu. Bahkan dalam doa-doa kita kebanyakan kita meminta yang ditambahkan daripada kehendak Allah. Tuhan bukan tidak ingin memberkati anak-anakNya tetapi Ia ingin kita lebih dulu menjadikanNya sebagai Tuhan atau prioritas utama dalam seluruh aspek hidup kita. Oleh sebab itu dalam doa Bapa kami, kata datanglah kerajaanMu jadilah kehendakmu ditempatkan lebih dulu dari doa meminta berkat/makanan.

Kita sering datang berdoa kepada Tuhan dengan list yang panjang. Tuhan berkati hidupku, pelayanku, keluargaku, masa depanku dan lainnya. Tetapi kita jarang berdoa agar kehendak Tuhan jadi atas semua yang kita doakan. Apalagi bila berdoa untuk masalah jodoh maka biasanya kita sulit untuk berdoa agar kehendak Tuhan yang jadi. Soalnya biasanya kita sudah memiliki perasaan cinta atau suka sebelum mencari kehendak Tuhan. 

Dalam berdoa untuk hal jodoh saya selalu berdoa: " Tuhan jikalau memang ini kehendakMu maka biarlah Tuhan memimpin dan menjadikannya pada waktunya tetapi bila bukan maka kiranya dijauhkan dariku". Sejujurnya memang sulit bila di hati ini sudah ada rasa cinta tetapi bila kita ingin diberkati maka kita harus meletakkan  kehendak Tuhan sebagai prioritas yang utama.

Untuk menguji apakah kita mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya itu tidak susah. Misalnya saat ini ada yang menawarkan kita uang 1 milyar tanpa pamrih apapun dan juga tersebut adalah uang halal. Yang lebih meneguhkan lagi orang itu berkata bahwa ia merasa digerakkan oleh Tuhan. Dan sepertinya kita juga memerlukan uang itu untuk pelayanan rohani. Reaksi kita terhadap tawaran itu bisa menunjukkan apakah kita mencari kerajaan Allah dulu atau tidak. Bisa jadi itu memang adalah kehendak Tuhan tetapi bisa juga bukan.

Bila kita memang menempatkanNya sebagai prioritas utama maka kita seharusnya berdoa dulu dan menyerahkannya kepada Tuhan agar kehendakNya yang terjadi. Tetapi bila kita berfokus kepada semua yang ditambahkan itu maka kita akan langsung menerima pemberian itu tanpa mencari dahulu kehendak Tuhan. Pernyataan ini sepertinya bernada sangat munafik bagi banyak orang. Ini bukan masalah munafik atau tidak melainkan kebenaran yang seharusnya kita lakukan

Demikian juga dengan masalah memilih pasangan hidup/jodoh. Apakah kita mau menempatkanNya sebagai prioritas utama dalam bidang ini? Banyak orang sulit menyerahkan hal yang satu ini kepada Tuhan. Saya juga dulu takut menyerahkan masalah jodoh kepada Tuhan sebab saya takut nanti Tuhan memberikan orang yang tidak sesuai dengan pilihan saya. Saudaraku, percayalah Tuhan itu adalah Bapa yang baik. Bila bapa di dunia saja ingin anaknya bahagia apalagi Bapa kita di surga yang sempurna? Ia bukan saja akan memberikan yang baik melainkan yang terbaik buat setiap anak-anakNya. 

Yang perlu kita lakukan adalah mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya dan yang lain akan menyusul. Menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama dalam seluruh aspek hidup kita.

Jakarta, 10 Desember 2003

Sunanto

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
sotaruncol siahaan  - Syalom   |118.97.95.xxx |30-04-2012 16:38:27
Trimakasih atas firman Tuhan yang begitu indah dan menyentuh hati saya.

God
Bless Us
David  - Terima Kasih Banyak   |180.242.164.xxx |21-05-2012 17:29:58
Memang ini ayat favorit saya, sedikit tapi mendalam sekali maknanya.
Tetapi
terkadang sussah melakukannya.

Tuhan Memberkati
Amazing Grace  - Amen..     |114.79.16.xxx |19-06-2012 16:04:02
Puji Tuhan. Terimakasih dah posting ayat tersebut. Buat anak2 Tuhan tidak ada
hal yang sulit untuk berubah. Mari kita tumbuh bersama dalam iman, pengharapan
dan kasih Kristus. Belajar dari pengalaman adalah hal yang penting, berapa kali
Tuhan memberikan masalah? berapa kali pula Tuhan menunjukan MukjizatNya untuk
kita? pegang selalu pengalaman itu maka semua akan ditambahkan kepadamu...Gbus
Enrico  - Mencari Kerajaan Allah   |110.139.231.xxx |19-09-2012 16:39:20
Terimakasih,, untuk firmannya !
semoga banyak anak muda yang membaca ini karena
jaman sekarang banyak anak muda yang tidak mengenal Tuhan.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."