• PDF

Jangan Berdoa!

Penilaian Pengunjung: / 46
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 04 April 2011 11:14
  • Ditulis oleh Sendjaya
  • Sudah dibaca: 14135 kali

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. (Keluaran 14:15-16)

Kasihan betul, si Musa. Pemimpin yg penuh iman ini diperintah Tuhan untuk memimpin sejuta lebih umat Tuhan yang tak beriman, tak tahu terima kasih, dan hobby-nya mengeluh ('tegar tengkuk', kata Alkitab). Ketika sekali lagi mereka berkeluh kesah kepada Tuhan saat terjepit di antara laut Teberau di depan dan 600 pasukan berkuda Mesir pembawa maut di belakang dan pegunungan di sebelah kiri dan kanan, Musa justru tampil beda sebagai pemimpin. Tidak seperti orang Israel yg mengutuki Tuhan, Ia berkata kepada mereka, "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN." Lalu ia kemungkinan besar memanjatkan doa pribadinya kepada Tuhan. Namun justru ia kena hardik Tuhan!

Parafrase modern dari ayat 15 dan 16 diatas kira-kira seperti berikut: "Musa, ngapain engkau pake doa segala? Ini bukan waktunya doa, tapi waktunya bertindak! Toh ndak ada yg perlu didoakan kalau kamu sudah tahu bahwa Aku telah kedaulatan-Ku dan maksud hati-Ku. Bukankah Aku telah mengutus Engkau. Ayo bertindak: (1) Suruh mereka jalan lagi menuju laut, (2) Belah lautan di depanmu dgn mengangkat tongkat di tanganmu!"

Betapa kita sering seperti itu. Kita sudah tahu apa yg menjadi kehendak Tuhan dalam permasalahan kita, namun kita sengaja tidak melakukannya dan mengeluarkan alasan rohani "Ya nih, masih bergumul panjang dengan Tuhan. Entah kapan Dia menjawab". Ada banyak hal dalam kehidupan kita yang tidak membutuhkan doa lagi, karena Alkitab sudah menyatakan kehendak Allah dalam hal-hal tersebut, yang kita butuhkan adalah bertindak!  Itulah arti 'melangkah dengan iman' (perlu iman karena kita belajar percaya 100% terhadap apa yg Allah sudah nyatakan dalam firmanNya). Celakanya kita sering memilih 'melangkah dengan hikmat diri'.  Mari kita coba simak beberapa contoh apakah kita selama ini 'melangkah dengan iman' atau 'melangkah dengan hikmat diri'.

a. Bergumul tentang relasi dgn seorang cewek yang belum percaya utk menjadi pacar. Lalu si pemuda berdoa keras "Tuhan, nyatakan kehendakMu dgn tanda-tanda khusus" sambil telpon dan PDKT tiap hari.

b. Bergumul tentang ambil pelayanan di gereja atau lebih fokus pada kerjaan part-time atau studi atau profesi atau bisnis. Doa kita "Tuhan, nanti yah kalau saya sudah jadi orang, sudah lebih mantap dalam karir, baru saya akan pelayanan. Memang pelayanan seharusnya menjadi gaya hidup orang Kristen, tapi gimana yah? Tuhan bisa maklum kan?"

c. Ketika cekcok dengan suami-istri, suami datang kepada Tuhan "Istriku memang keterlalulan, Tuhan. Masa saya harus lagi-lagi mencoba mengerti, mengalah, dan mengampuni dia, setelah sekian lama saya sabar, sabar, dan sabar?"

d. Ketika ada kesempatan untuk berkontribusi untuk pekerjaan misi dengan persembahan uang, kita berminggu-minggu bergumul "Ya Tuhan, kami tidak kaya kayak yg lain, masak sih harus memberi lagi, padahal sudah persembahan tiap Minggu di gereja. Kami khan juga perlu, dan kami yakin Tuhan bisa menggerakkan hati orang lain"

e. Dan seterusnya . . .

Dalam banyak area hidup kita, kita memilih untuk menjadi 'bijaksana' ketimbang melangkah dengan iman. Bahkan kita bukan saja bijaksana, tapi juga bijaksini dan bijaksitu. Menimbang-nimbang keputusan kita 1000 kali dalam doa sampai akhirnya tidak jadi bertindak. Itu sebab pengamsal menulis "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri" (Amsa 3:5-6). Kita tidak diminta utk membuang pengertian kita karena itupun dari Tuhan, tapi yg diminta adalah jangan andalkan pengertian kita.

Adakah sesuatu yang kita tahu kita seharusnya lakukan, tetapi kita sengaja ulur waktu justru melalui doa atau aktivitas rohani lainnya?

Adakah hal-hal yg Tuhan gerakkan dalam hatimu melalui firman yang kita dengar di kotbah Minggu, pelajari di kelompok kecil, baca di saat sendiri, namun kita masih terus 'gumuli' tanpa berniat melakukannya?

Dalam hal apakah teguran Tuhan kepada Musa berlaku kepada Anda dan saya: "Ini bukan waktunya doa, tapi waktunya bertindak!"

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tjiauw  - Menunda-nunda..   |203.78.125.xxx |04-04-2011 21:59:46
Setuju!..
Seringkali kita sudah tahu apa yang TUHAN kehendaki untuk kita
lakukan, tapi dengan beribu-ribu alasan, kita 'tidak bertindak' (menunda-nunda!)
dengan alasan bergumul dulu, berdoa dulu, belum mantap, tunggu sebentar, dll,
ujung-ujungnya kita tidak bertindak apapun, sehingga hasilnya "KITA TIDAK
KEMANA-MANA"!!!..

SO, JUST DO IT BY FAITH..

We will see and taste GOD'S
POWER..

GOD BLESS YOU ALL..
retna   |203.189.120.xxx |05-04-2011 22:09:57
Ketika cekcok dengan suami-istri, suami datang kepada Tuhan "Istriku memang
keterlalulan, Tuhan. Masa saya harus lagi-lagi mencoba mengerti, mengalah, dan
mengampuni dia, setelah sekian lama saya sabar, sabar, dan sabar?"

dari
kalimat ini, jadi seharusnya yang dilakukan oleh suami/istri apa ya?
Mimi   |180.214.232.xxx |13-04-2011 02:55:15
MASALAHNYA HARUS DISELESAIKAN DENGAN BAIK ... ! (SEBELUM MATAHARI TERBENAM
SEPERTI KATA FIRMAN TUHAN). MINTA ROH KUDUS UNTUK MELEMBUTKAN / MENJAMAH HATI
KEDUA BELAH PIHAK AGAR BISA SALING MENGAMPUNI DAN SALING MENGASIHI.
Willy Johanes   |222.124.3.xxx |20-06-2011 22:51:14
jawabannya simpel aja. suami dan isteri saling berpelukan... dan ingat kembali
masa2 ketika pacaran... hahaha (^_^) gitu aja kok susah.
Yunna   |118.136.11.xxx |29-04-2012 17:28:09
Yang seharusnya dilakukan oleh suami/istri itu adalah mendoakan pasangannya agar
Tuhan yang menyadarkan pasangannya akan siakp buruk pasangannya dan mengubahkan
pasangannya itu seturut kehendak Tuhan. Juga mendoakan diri suami/istri itu
sendiri agar Tuhan memampukan suami/ istri tersebut tetap mengasihi pasangannya.
yusuf minggu  - jangan berdoa     |116.90.164.xxx |26-05-2011 15:52:49
Quote:
Amin memang dalam kehidupan kita sehari-hari sering melakukan hal
seperti diatas, setiap ada sesuatu kita banyak berdoa tapi
tidak bertindak, menunggu Tuhan yg bertindak pada hal kita sudah bisa
melakukan dengan iman yg ada pada kita. Tuhan telah memberi otoritas
melalui kuasa yg diberikan yaitu Roh kudus. Terima kasih
saya diberkati dgn renungan ini. GBU
othe  - maaf   |117.20.53.xxx |18-06-2011 03:26:51
maaf bukannya mau sok tau atau menggurui
tapi menurut saya
bagaimanakah firman
Tuhan
dalam Luk 18 : 1
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk
menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu

mungkin
sebaiknya berdoa dan berusaha tapi tetap mengandalkan kekuatan Tuhan
dan
menyerahkan segala apapun yang terjadi di dalam kuasa Tuhan saja
amien...
sudarsono   |Registered |28-06-2011 05:16:03
Berdoa itu penting dengan bukti Yesus mengajarkan murid2Nya berdoa seperti ini:
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,datanglah Kerajaan-Mu, jadilah
kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami
yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga
mengampuni orang yang bersalah kepada kami;dan janganlah membawa kami ke dalam
pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang
empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
God Bless
All..........
Paulus  - segala sesuatu ada waktunya   |182.2.74.xxx |21-07-2011 18:03:39
Mugkin maksudnya adalah, segala sesuatu ada waktunya,ada waktu untuk berdoa ada
waktu untuk bertindak.bertindak tanpa berdoa juga sia-sia, berdoa tanpa ada
tindakan juga sia-sia, doa itu dimulai dengan memuliakan kemudian meminta, di
ahiri dengan Amin.Ora et Labora.Gbu
Harjono Ho  - Segala sesuatu ada waktunya     |180.249.58.xxx |23-07-2011 05:25:58
"Segala sesuatu ada waktunya" Jadi ingat sama ayat dari Pengkhotbah
Gan Paulus  - Berdoa ?   |110.138.198.xxx |08-08-2011 14:16:00
Pada saat kita bergumul(berdoa),benarkah kita menggumuli apa yang menjadi
kehendak Tuhan, sudah benarkah doa kita ? atau kita sedang memaksa Allah untuk
menyetujui apa yang kita inginkan ( seolah-olah kehendak Tuhan ) melalui doa
kita yang salah ? Marilah kita belajar melakukan apa yang Tuhan mau walaupun
menyakitan/tidak sesuai dengan yang kita mau. Amin Tuhan memberkati.
Prophet   |118.137.59.xxx |14-09-2011 10:27:26
Like this
david  - tanya     |180.247.178.xxx |26-09-2011 20:10:18
A) Bergumul tentang relasi dgn seorang cewek yang belum percaya utk menjadi
pacar. Lalu si pemuda berdoa keras "Tuhan, nyatakan kehendakMu dgn
tanda-tanda khusus" sambil telpon dan PDKT tiap hari.

terus yang bener
gimana?
yosi  - Keragu-raguan   |202.93.37.xxx |29-10-2011 05:27:15
walaupun kitahu kehendak Tuhan karena keragu-raguan akhirnya tidak bertindak dan
menunggu dalam doa
Joice Paweka  - Berdoa dan Bertindak     |118.97.48.xxx |27-01-2012 13:01:11
Penting bagi kita untuk menyadari bahwa TUHAN lah yang dapat memberikan
pengertian dan kebijaksanaan dalam melangkah. Belajar untuk mengenal-NYA secara
pribadi melalui FIRMAN TUHAN yang harus kita baca dan renungkan setiap hari
sehingga antara doa dan tindakan akan sejalan. TUHAN Memberkati kita semua.
Daniel Kadang  - Judul renungan yg kurang tepat   |110.138.153.xxx |10-02-2012 15:58:45
Judulnya yg kurang tepat kalau "jangan berdoa" tetapi judul tsb
sebaiknya "Jangan hanya berdoa terus, tapi tidak bertindak" Nah kalau
judulnya udah dirubah maka isi renungannya tidak perlu dirubah karena intinya
ORA ET LABORA . GBU ALL
marthen Duma  - judul menantang     |114.79.1.xxx |16-03-2012 18:09:24
judul yang diberikan pada renungan tsbt bagus , sebab judul yg menantang artinya
begitu kita baca judulnya maka dengan sendirinya kita ingin membaca renugannya,
apaka benar dilarang berdoa , ternyata larangannya datang dari manuasia.
Rudyanto Lay  - RENUNGAN YANG MEMBANGUN     |114.79.49.xxx |04-06-2012 12:32:23
Mantap dan sangat membangun, memang salah satu kesalahan anak Tuhan ialah hanya
berdoa tanpa mau melangkah dengan iman
butuh mukzizat   |182.1.107.xxx |30-07-2012 08:07:17
mngapa saya sealu berdoa dan berdoa kepada Tuhan
tpi apa hal yang selalu
sya inginkan blum trcpai ?
coba dijelaskann secara terperinci
agar saaya bsa
mngerti

ttpi wlaupun Tuhan blum mngabulkan pemrintaan saaya, saya tidak pernah
berhenti dan berusaha dan berdoa kepad Nya

GBU...
butuh mukzizat   |182.2.170.xxx |30-07-2012 08:12:18

mohon pendapat anda

saya selama ini telah berdoa dan berusaha
semaskimal mungkin,tapi apa yang saya inginkan belum tercpai n terpenuhi

coba
saudara/i jlaskan,
apa kendalanya sehingga seperti ini

namum walaupun dmikkian,
saya tidak pernah berhenti berdoa dan berusaha

GBU
Yeyen   |36.75.102.xxx |01-08-2012 18:45:33
Berdoa, minta yang seperti Tuhan kehendaki, sambil kerjakan apa yang didoakan.
Anonymous   |118.97.212.xxx |25-08-2012 02:05:27
Ku minta kpd Tuhan setangkai bunga segar,Ia beri kaktus jelek & berduri. Ku
minta kupu2,diberi-NYA ulat.Ku kecewa & sedih. Beberapa hr kemudian,kaktus itu
berbunga indah skali & ulat itu menjadi kupu2 yg cantik. Itulah Jalan
TUHAN,selalu indah pd waktu-NYA.(Pkh.3:11)TUHAN YESUS SYG Kita semua.GBU.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."